Warga Pintu Air Merauke Krisis Air Bersih

Warga Pintu Air Merauke Krisis Air Bersih

Warga Pintu Air, Merauke antri untuk mendapatkan air bersih

Metro Merauke – Warga Jalan Pintu Air, Kabupaten Merauke, Papua mengalami krisis air bersih, akibat musim kemarau yang terjadi belakang ini.

Setiap hari, sejumlah warga setempat harus membeli air PDAM dari warga lain dengan harga berkisar Rp1000-Rp2000 perember untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Nur, salah satu warga di RT 19, Jalan Pintu Air Merauke mengatakan, kondisi ini sering terjadi. Ketika musim kemarau tiba, warga kesulitan mendapatkan air bersih. Beruntung, ada warga yang sukarela menyalurkan air bersih untuk warga setempat, sehingga mereka merasa terbantu.

“Kadang bisa seminggu tiga kali kami dibantu air secara cuma-cuma. Air diangkut dengan mobil tangki berkapasitas lima ribu liter dan dibagikan kepada warga,” ucap Nur kepada wartawan, Selasa (5/9).

Warga berbondong-bondong mengambil air dengan menggunakan drum, ember, jerigen dan tempat menampung air lain. “Yang bantu kami air ini orang NTT, tinggalnya juga  di sekitar Pintu Air. Kami senang dan berterima kasih karena dapat bantuan air bersih,” ujarnya.

Nur bersyukur dengan bantuan air gratis itu. Air dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan mulai dari mandi, mencuci dan masak. Warga berharap pemerintah setempat dapat lebih memperhatikan kebutuhan air bersih masyarakat. (Nuryani/Arjuna)

Advertisement