Tokoh Masyarakat Merauke Dukung Penutupan Lokalisasi di Ilwayab

Tokoh Masyarakat Merauke Dukung Penutupan Lokalisasi di Ilwayab

Tokoh masyarakat Kabupaten Merauke, Papua, Johanes Gluba Gebze

Metro Merauke – Tokoh masyarakat Kabupaten Merauke, Papua, Johanes Gluba Gebze menyatakan, mendukung langkah pemerintah distrik yang menutup semua lokalisasi di Kampung Wogikel, Distrik Ilwayab.

Mantan Bupati Merauke dua periode itu berharap, penutupan lokalisasi benar-benar tuntas dan para PSK mencari pekerjaan lain yang positif dan tidak melanggar norma maupun aturan agama.

“Kalau lokalisasi ditutup itu sangat tepat, karena kami tidak menghendaki di Wogikel ada aktifitas kotor dan Wogikel bukan tempat untuk WTS,” ucap Johanes Gluba Gebze dalam pertemuan bersama di KPA Merauke, Selasa (5/9).

Menurutnya, pemerintah daerah sangat terbuka untuk siapa saja yang datang ke daerah, termasuk di Wogikel, selama itu membangun daerah, seperti kemajuan ekonomi perikanan merupakan potensi di daerah itu.

“Kalau lokalisasi tidak ada nilai positifnya, justru meresahkan masyarakat dan mengancam bertambahnya HIV dan AIDS serta merusak generasi. Sebagai anak Ilwayab, saya sangat setuju untuk ditutup dan sampai kapanpun tidak boleh ada tempat hiburan malam di sana (Ilwayab),” katanya.

Penutupan tempat hiburan malam juga didukung aparat keamanan setempat. Kapos Pol, Aipda K Gasperz mengatakan, sangat sepakat jika semua lokalisasi ditutup total.

Hal ini berkaitan dengan penyelamatan generasi muda, supaya tidak terpengaruh dan juga demi mendukung kamtibmas di daerah itu.

Dari catatan petugas kesehatan, keberadaan THM di Ilwayab berpotensi terjadinya peningkatan kasus HIV dan AIDS. Dibutuhkan pemantau yang maksimal untuk meminimalisir adanya prostitusi terselubung.

Di tempat yang sama, Anggota Komisi A DPRD Merauke, Moses Kaibu meminta supaya masalah itu kembali dibahas bersama di lembaga legislatif, untuk mencari solusi dan masukan, sebagai tindaklanjut pasca penutupan THM di Wogikel, Distrik Ilwayab. (Nuryani/Arjuna)

Advertisement