Resahkan Warga, “Warung Esek-Esek” di Ilwayab Ditutup

Resahkan Warga, “Warung Esek-Esek” di Ilwayab Ditutup

Penutupan lokalisasi diikuti dengan pemusnahan minuman keras

Metro Merauke – Masyarakat Kampung Wogikel Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Papua resah dengan menjamurnya tempat hiburan malam seperti karaoke dan sejenisnya di wilayah itu, yang menyediakan wanita penghibur.

Keresahan warga ini menyebabkan munculnya desakan dari berbagai komponen masyarakat supaya “warung esek-esek” di Ilwayab ditutup.

Terhitung sejak, 26 Agustus 2017, pemerintah distrik setempat mengambil sikap tegas menutup sejumlah tempat hiburan malam di daerah itu.

Kepala Distrik Ilwayab, Teofilus Bam Yolmen mengatakan, pihaknya tidak lagi mentolelir adanya aktifitas tempat hiburan malam (THM), karena selama ini keberadaan THM meresahkan masyarakat.

Selain itu, dari cacatan Dinas Kesehatan, THM di Ilwayab dapat menambah daftar panjang penderita HIV dan AIDS.

“Penutupan dilakukan setelah ada rapat bersama komponen masyarakat, yang sepakat THM ditutup,” katanya kepada wartawan di KPA Merauke, Selasa (5/9).

Penutupan ini lanjut dia, dipertegas dengan dikeluarkannya surat keputusan Kepala Distrik Ilwayab Nomor 300/001/2017 tentang Penutupan tempat hiburan (bar, karaoke, lokalisasi, dan larangan peredaran minuman beralkohol serta obat-obatan terlarang di Distrik Ilwayab).

“Tempat hiburan semakin bertambah, parahnya dibangun ditengah-tengah pemukiman warga. Jelas ini sangat menggangu kenyamanan. Belum lagi warga kerap mabuk bukan di dalam lokasi tempat hiburan,” ujarnya.

Katanya, dengan penutupan THM, pelaku usaha diminta memulangkan para pramuria dan PSK ke daerah asalnya.

Penutupan lokalisasi dan tempat hiburan malam ini tidak diterima para pelaku usaha. Alasannya, mereka tidak memiliki biaya untuk memulangkan pekerjanya. Pelaku usaha THM juga mengadu ke Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Merauke, dengan dalih penutupan dikhawatirkan menyebabkan tidak terpantaunya perkembangan HIV/AIDS.

“Pemulangan pekerja butuh biaya, sehingga kami minta pemerintah memberikan waktu sampai dapat memulangkan mereka,” ujar salah satu pelaku usaha THM di Ilwayab, Arisman.

Menyikapi itu, KPA Merauke mengadakan pertemuan yang dihadiri berbagai elemen, pemerintah distrik, dinas kesehatan, Sat Pol PP, pelaku usaha THM, kepala kampung, dan tokoh masyarakat Merauke, Johanes Gluba Gebze. (Nuryani/Arjuna)  

Advertisement