PMI Merauke Butuh Incineration Musnahkan Limbah

PMI Merauke Butuh Incineration Musnahkan Limbah

Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Merauke, Papua, dr. Paul Kalalo

Metro Merauke – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Merauke, Papua membutuhkan insinerasi (incineration) atau teknologi pengolahan sampah yang melibatkan pembakaran bahan organik bertemperatur tinggi sebagai tempat pemusnahan limbah.

Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Merauke, Papua, dr. Paul Kalalo mengatakan, sejauh ini pihaknya hanya membakar limbah medis berupa darah yang tak terpakai, secara manual di lokasi sekitar Payum, Kelurahan Samkai. “Limbah yang ada ditampung, setelah itu kami bawa ke Payum untuk dibakar sampai habis,” ujarnya kepada wartawan, kemarin.

Menurutnya, tidak semua darah pendonor dapat digunakan, karena terkadang ada yang rusak atau tercemar penyakit. Sampah darah dan alat bekass donor harus dimusnahkan karena tergolong limbah B3.

Katanya, limbah medis di PMI adalah limbah berbahaya. Sesuai ketentuan, pemusnahannya tidak boleh dilakukan disembarang tempat, termasuk kompleks pemukiman warga, karena dampaknya dapat mempengaruhi kesehatan warga dan kelestarian lingkungan.

“Kami perlukan pengolahan limbah kesehatan, incineration. Secara financial kami belum mampu menyediakannya. Awalnya PMI mau bergabung dengan RSU dalam pemusnahan limbah, namun kapasitas incineration yang dimiliki RSU tak memadai,” katanya. (Nuryani/Arjuna)

Advertisement