Michael Essien: Antara Nasi Goreng, Sepak Bola dan Papua

Michael Essien: Antara Nasi Goreng, Sepak Bola dan Papua

Marquee Player Persib Bandung Michael Essien saat hadir dalam acara meet and great bersama Go-jek di Kopi Armor, Dago Pakar, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (31/8) | Foto: Kompas/Dendi R

Metro Merauke – Tak perlu merangkai kata jika harus menilai sosok Michael Essien. Kokoh, garang, berotot dan tangguh menjadi secuil sisi maskulinitas yang tampak dari jasad pemilik julukan The Bison tersebut.

Namun, saat di luar lapangan label kegarangan Essien seketika luntur. Hal itu terbukti saat dia hadir dalam acara “meet and great bersama Essien” yang digagas oleh Go-Jek di Kopi Armor, Dago Pakar, Kamis (31/8).

Berbusana kaos hitam dan celana olahraga, pemain 34 tahun itu tampak santai menyapa sejumlah bobotoh, awak media dan driver Go-jek yang hadir. Selama hampir dua jam acara berlangsung, simpul tawanya terus merekah.

Pada momen yang cukup langka itu, Essien memang tampak ingin lebih membaur tanpa sekat bersama peserta yang hadir. Sebab, sejak berseragam Persib Bandung, Essien nyaris sulit untuk diwawancara, ditemui, maupun diajak berfoto.

Essien mulai membuka obrolan tentang kesannya berkarier di Indonesia. Sudah lima bulan mantan gelandang Lyon dan AC Milan itu mencicipi aura sepak bola Indonesia. Sejauh ini, Essien mengaku sangat betah dan nyaman.

“Segalanya bejalan dengan baik di tim dan saya sangat menikmati segala pengalaman di sini termasuk menikmati liga yang kompetitif di mana setiap klub memiliki pemain yang bagus,” ujar pemilik nomor punggung 5 itu.

Salah satu yang membuatnya cukup kerasan tinggal di Indonesia adalah faktor budaya. Menurutnya, Indonesia dan Afrika punya kultur yang tak jauh berbeda.

“Saya suka budaya di Indonesia sedikit sama dengan Afrika. Saya cukup familiar dengan budayanya dan orang-orang yang sangat baik dan bersahabat,” kata Essien.

Setelah lima bulan mengarungi Liga 1, Essien mengaku punya kesan cukup dalam saat Persib bertandang ke markas Persipura Jayapura awal pekan lalu. Ia mengaku terkesima dengan kondisi alam dan masyarakat di Papua.

“Kesan terbaik saya waktu kemarin ke Papua. Itu seperti dimensi lain dari Indonesia. Masyarakat di sana ramah, panorama alamnya juga indah. Tapi cuaca di sana sangat panas, betul-betul panas,” ujar Essien sembari tertawa.

Dia pun tak segan melabeli Persipura sebagai tim yang cukup solid. “Saya pikir Persipura tim yang sangat bagus dari segi organisasi permainan dan strategi,” akunya.

Selama tinggal di Bandung, Essien mengaku jarang mengunjungi tempat-tempat hits di Kota Kembang. Dia lebih nyaman berada di rumah serta menjaga kondisi fisiknya.

“Saya jarang ke luar, saya lebih suka di rumah,” katanya.

Karena itu, Essien mengaku tak banyak mengetahui tentang makanan khas Kota Bandung.

“Saya tahu itu nasi goreng, saya cukup sering makan nasi goreng,” ungkapnya. (Kontributor Bandung, Dendi Ramdhani)

Sumber: Kompas

Advertisement