Perlu Ada Regulasi Kuota Suku Marind pada Pileg 2019

Perlu Ada Regulasi Kuota Suku Marind pada Pileg 2019

Ilustrasi Kantor DPRD Merauke, Papua

Metro Merauke – Bupati Merauke, Frederikus Gebze dan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) diminta membuat regulasi jelas berkaitan dengan kuota untuk suku Marind menjelang pemilihan legislatif (pileg) 2019 mendatang.

Hal itu dikatakan salah seorang anak Marind, Moses Kaibu. “Kenapa saya meminta bupati membuat regulasi, karena ada kekhawatiran jika pada pileg, tak ada putra-putri Marind lolos menjadi anggota DPRD Merauke,” katanya kepada Metro Merauke, Selasa (29/8).

Menurutnya, dapat dilihat dari jumlah penduduk, dimana akan dipilih adalah orang yang dikenal dan dekat serta memiliki uang. “Kita jujur saja, populasi orang Marind sangat kurang dibandingkan non-Papua yang ada di Kabupaten Merauke sekarang,” ujarnya.

“Jauh-jauh hari harus dipikirkan dan perlu diambil langkah cepat. Dimana, perwakilan orang Marind di lembaga legislative, wajib hukumnya harus ada,” ucapnya lagi.

Minimal lanjut  Moses, terdapat beberapa perwakilan orang Marind yang duduk di dewan, sehingga  ada keseimbangan dengan orang non-Papua. (LKF/Arjuna)

Advertisement