UNCOVER INDONESIA: Mengulik Korowai, Suku Kanibal di Papua yang Jadi Sorotan Dunia
Daerah

UNCOVER INDONESIA: Mengulik Korowai, Suku Kanibal di Papua yang Jadi Sorotan Dunia

Suku Korowai, Papua | Foto: Eric Baccega/NPL/mediadrumworld.com

Metro Merauke – INDONESIA tidak hanya terkenal karena kaya akan pulau dan gunung saja lho. Bagi bangsa luar, Tanah Air juga terkenal dengan kekayaan suku beragam bahkan beberapa suku pedalaman membuat mereka penasaran untuk menguliknya, salah satunya Suku Korowai di Papua. Suku Korowai ini merupakan salah satu suku pedalaman yang sangat asing dan sukar untuk ditemukan, bahkan kehadiran mereka baru ditemukan 47 tahun tepatnya di tahun 1970. Tak banyak yang menyangka jika mereka menjadi salah satu manusia di bumi karena keberadaan suku ini tidak terdeteksi.

Suku ini juga dikenal sebagai suku Rumah Pohon karena mereka tinggal di atas pohon. Alasannya membangun rumah di atas pohon untuk terhindar dari serangan musuh bahkan menghindari perbudakan dan kanibalisme. Mereka membangun rumah cukup tinggi dan sukar dijangkau manusia, yakni sekitar 30 meter hingga 50 meter. Rumahnya terbuat dari bahan-bahan hutan seperti bambu yang membuat adalah kelompok pria di dalam suku.

Dalam pembuatannya, pria-pria tersebut terlihat gagah karena tidak menggunakan helm keselamatan bahkan busana. Namun, rumah tetap bisa berdiri kokoh dengan batang-batang tinggi sebagai pondasi kuatnya.

Dilansir dari Dailymail, dalam kehidupan sehari-harinya, Suku Korowai banyak mengonsumsi ulat yang diperolehnya dari hutan. Namun, mereka diduga memakan manusia walaupun belum ada bukti yang meyakinkan.

Saat kelompok ahli sains membuat dokumen di tahun 1974, seorang pria mendatangi mereka dan menceritakan jika keponakannya yang berusia 6 tahun telah dituduh sebagai dukun dan terancam diculik serta akan menjadi korban kanibalisme. “Korowai adalah salah satu suku yang dipercaya masih makan daging manusia. Kebanyakan Korowai kurang memahami pengetahuan tentang dunia luar dan sering bertengkar satu sama lain. Ada yang bilang membunuh dan memakan penyihir laki-laki yang mereka sebut ‘khakhua’,” tulis Paul Raffaele seorang jurnalis yang travelling ke sana tahun 2006.

Namun, antropolog kini meyakinkan jika mereka sudah tidak memakan manusia lagi. Terlebih sudah ada aturan berlaku mengenai Undang-undang pemerintah Indonesia. Hingga kini keberadaan mereka bahkan masih sulit dijangkau dan dicari, walaupun orang-orang di Suku Korowai sudah ramah dengan pendatang. Populasi mereka juga tidak banyak yakni sekira 3.000 orang saja. (fid)

Sumber: Okezone

 

Post Comment