Ingin Dikunjungi Menteri Agama, Siswi Ini Bercerita Soal Toleransi di Madrasah Papua

Ingin Dikunjungi Menteri Agama, Siswi Ini Bercerita Soal Toleransi di Madrasah Papua

Ilustrasi pelajar di Madrasah Aliyah | Foto: Tribunnewsbogor.com/Andhika Adikrishna

Metro Merauke – Nuzulul Aulia Eryati, salah seorang peserta lomba pidato bahasa Inggris dalam ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM) di Yogyakarta berharap suatu saat Menteri Agama bisa mengunjungi madrasah yang ada di Papua termasuk Madrasah Aliyah Kabupaten Keerom tempat Nuzulul menimba ilmu.

“Pesan dan harapan kepada Pak Menteri, saya berharap supaya Pak Menteri bisa memperhatikan daerah-daerah kami, madrasah kami di Papua supaya bisa menjadi motivasi tersendiri bagi siswa-siswi di sana. Apalagi madrasah kami baru tahun ini jadi negeri,”ujarnya saat lomba Kompetisi Sains Madrasah (KSM) di Yogyakarta, Kamis(10/8).

Nuzulul menuturkan bahwa kehidupan toleransi sudah terjalin begitu erat dan kuat di madrasah, tempat ia menimba ilmu.

Ia mengakui bahwa siswa dan lingkungan di madrasahnya terdiri dari penganut agama yang berbeda-beda, termasuk juga berbeda suku.

Tetapi perbedaan itu tidak membuat satu sama lain saling menyakiti, tetapi tetap saling menghormati dan menghargai.

“Di sana ada yang Nasrani, ada Islam. Di lingkungan sekolah kami pun demikian. Tapi meskipun kami minoritas, itu tidak mematahkan semangat kami bersekolah di sana, karena toleransi yang terdapat di madrasah dan lingkungan madrasah cukup tinggi,” kata Nuzulul.

“Kami saling menghargai agama yang satu dengan lainnya, adat dan suku yang satu dengan lainnya.”tambahnya.

Nuzulul juga berharap bahwa Ajang Kreativitas Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) dan KSM nantinya bisa diselenggarakan di Bumi Cendrawasih tersebut.

Sebab acara tersebut kata dia memiliki makna yang cukup besar, termasuk dalam memajukan Papua.

Ia pun yakin bahwa Papua bisa berdiri sejajar bahkan lebih baik dibanding provinsi-provinsi lain di Indonesia.

“Setelah mengikuti, event ini menjadi motivasi tersendiri bagi saya. Saya ingin belajar lebih giat lagi dan berusaha menunjukkan bahwa Papua tidak kalah baik dibanding provinsi yang lain,” ujarnya semangat.

“Saya bangga bisa mewakili Provinsi Papua dalam event ini. Saya berusaha menunjukkan kepada Indonesia bahwa Papua tidak tertinggal, dan suatu saat akan menjadi provinsi yang membanggakan bagi Tanah Air,” tutupnya. (***/Willy Widianto)

Sumber: Tribun News

Advertisement