Belasan Mahasiswi Yaleka Sempat Dinyatakan Tidak Lulus Yudisium

Belasan Mahasiswi Yaleka Sempat Dinyatakan Tidak Lulus Yudisium

Mahasiswi Akbid Yaleka Maro ikut Yudisium di aula RRI

Metro Merauke – Sebanyak 15 orang calon bidan Akademi Kebidanan (Akbid) Yaleka Maro, Kabupaten Merauke, Papua yang mengikuti yudisium bersama 119 rekannya menangis lantaran mereka dinyatakan tidak lulus.

Ke-15 mahasiswi itu dinyatakan harus mengulang tahun depan, ketika panitia membagikan amplop berisi kelulusan mahasiswi di Aula RRI Kamis (10/8). Setelah menerima amplop kelulusan, satu persatu mahasiswi berupaya menenangkan 15 rekannya.

Namun ternyata ini hanyalah ulah “usil” panitia yudisium. Tak lama berselang, 15 mahasiswi itu dipersilahkan tampil ke depan dan diberikan amplop berisi pengumuman kelulusan. Ketika amplop dibuka, ke-15 mahasiswi itu dinyatakan adalah lulusan terbaik Akbid Yaleka Maro tahun ini.

Riuh tepuk tangan dan berbagai pujianpun dilontarkan mereka yang hadir dalam yudisium kepada belasan mahasiswi calon bidan tersebut.

Direktur Akbid Yaleka Maro, dr. Titus Tambaib menjelaskan, pihaknya telah melangsungkan kegiatan akademik, yang tentunya sangat membanggakan. Disinilah cikal bakal calon bidan dilahirkan untuk siap mengabdikan diri.

“Kalian adalah lentera kecil yang akan berada di kampung-kampung memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” katanya.

Setelah yudisium katanya, Oktober 2017, akan berlangsung wisuda. Dari ratusan calon bidan itu, sebagian besar berasal dari Kabupaten Mappi.

“Saya akan menyerahkan kembali kepada Pemkab Mappi setelah wisuda dilangsungkan, sekaligus dapat mengabdikan diri untuk masyarakat di kampung,” ujarnya.

Anggota DPRD Kabupaten Mappi, Yahuda Oku menyampaikan terimakasih kepada pimpinan Akbid Yaleka Maro yang telah mendidik anak-anak Mappi untuk menjadi bidan.

“Saya berharap agar adik-adik setelah wisuda, pulang ke kampung halaman. Karena kita masih sangat kekurangan tenaga medis di setiap kampung,” katanya. (LKF/Arjuna)

Advertisement