Tingkat Kemiskinan Bisa Ditekan di Bawah 10 Persen, Ini Syaratnya
Ekonomi

Tingkat Kemiskinan Bisa Ditekan di Bawah 10 Persen, Ini Syaratnya

Saat ini pemerintah terus memperbaiki proses penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat miskin. | Foto: Liputan6

Metro Merauke – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan, penurunan tingkat kemiskinan di bawah 10 persen bukan suatu hal yang mustahil. Syaratnya, ekonomi Indonesia bisa terus tumbuh dan program bantuan sosial pemerintah bisa tepat sasaran.

Darmin mengungkapkan, saat ini pemerintah terus memperbaiki proses penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat miskin. Hal ini bertujuan agar bantuan sosial yang digelontorkan pemerintah bisa tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Artinya begini, berbagai bantuan sosial itu sudah mulai harus dibikin konvergen. Itu harus lebih terarah dan fokus. Nggak boleh lagi masing masing sasarannya tidak konvert. Artinya, kita harus effort yang lebih besar dibandingkan masa lalu, PKH begini, rastra begini, kartu pintar begini, subsidi lain lagi,” ujar dia di Jakarta, Rabu (9/8).

Dia mencontohkan, program penyaluran beras sejahtera (rastra) melalui kartu. Dengan demikian, masyarakat pemegang kartu bisa membeli secara langsung berasnya di pasar sesuai kebutuhan, bukan hanya menunggu datangnya bantuan rastra tersebut.

“Subsidi pupuk kok dikasih ke pabrik pupuk. Itu sampai ndak ke rakyatnya? Semua ini harus dikonvergenkan, tapi itu bukan barang yang bisa diubah begitu saja. Nah, ini kan mereka ada cost-nya. Misalnya, rastra, dikasihnya uang nontunai, pake kartu, berarti apa, berasnya beli di pasar,” ungkap dia.

Sebab itu, kata Darmin, tidak perlu pesimistis untuk menurunkan tingkat kemiskinan. Jika program bantuan sosial ke depannya bisa berjalan lebih baik, maka bukan tidak mungkin tingkat kemiskinan bisa ditekan di bawah 10 persen.‎

“Kita sekarang ini baru mencoba mengonversi rastra dalam bentuk beras menjadi non tunai. Ini kombinasi dengan PKH. Yang lain biarin dulu sampai nyetel masing masing, baru nanti kita betulin yang lain. Tapi jangan artikan 10 persen itu sulit, di bawah 10 persen sulit. Saya kira kita masih bisa. Tapi memang sudah mulai kita perbaiki, misalnya bantuan sosial lebih konvergen,” tandas dia. (Septian Deny)

Sumber: Liputan6

 

Post Comment