SKP KAME Tak akan Biarkan Ketidakadilan Investor

SKP KAME Tak akan Biarkan Ketidakadilan Investor

SKP KAME bersama masyarakat adat saat jumpa pers di Aula Biara MSC

Metro Merauke – SKP Keuskupan Agung Merauke (KAME) menyatakan, akan terus melakukan advokasi dan pendampingan terhadap masyarakat adat melawan berbagai ketidakadilan investor yang membabat hutan adat untuk pembukaan perkebunan kelapa sawit.

“Kalau kegiatan investasi dijalankan sesuai perundang-undangan yang berlaku, mestinya dijalankan dengan baik. Namun, ketika pelanggaran dilakukan, tentu kami tak tinggal diam begitu saja, tetapi akan terus bersuara lantang,” tegas Direktur SKP KAME, Pastor Anselmus Amo, MSC, Rabu (9/8).

Menurutnya, posisi gereja juga untuk melakukan advokasi, karena masyarakat adalah umat yang harus diperhatikan, dan bukan baru sekarang gereja melakukan advokasi

Secara eksplisit katanya, telah disampaikan pada pertemuan nasional KWI tahun 2014 lalu di Yogyakarta. Dimana, gereja perlu melakukan advokasi. Jika ada pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) maupun kerusakan lingkungan, wajib SKP KAME bersuara.

“Kami ingin memperjuangkan suara masyarakat adat agar didengar banyak orang. Mereka menolak dengan keras hutannya dibabat untuk kepentingan investasi,” ujarnya. (LKF/Arjuna)

Advertisement