Pemerintah Pusat Didesak Tambah Kuota Pupuk untuk Merauke

Pemerintah Pusat Didesak Tambah Kuota Pupuk untuk Merauke

Ilustrasi tanaman padi milik petani di Wasur, Distrik Merauke yang siap panen

Metro Merauke – Kepala Dinas Pertanian Merauke, Papua, Edi Santoso menyatakan, kini sedang terjadi kelangkaan pupuk bersubsidi di daerah itu.

Untuk mengatasinya, salah satu langkah pemerintah daerah setempat, dengan menyurat kepada pemerintah pusat supaya ada penambahan kuota pupuk bersubsidi yang selama ini hanya berkisar 7.900 ton.

“Padahal kebutuhan kami sesuai RDKK mencapai 34 ribu ton lebih, namun kuota yang diberikan hanya 7.900. Ini jauh dari kebutuhan,” katanya saat ditemui wartawan, Rabu (9/8).

Katanya, selaras dengan penambahan luas cetak sawah dan areal tanam di Kabupaten Merauke untuk menunjang kemajuan pertanian, sudah seharusnya diimbangi dengan sarana produksi seperti pupuk yang memadai.

Namun lanjutnya, usulan penambahan kuota pupuk yang telah berkali-kali diajukan, hingga kini belum terealisasi. “Ada alokasi tambahan pupuk dari provinsi 100 ton NBK, ini untuk kebutuhan di satu kampung juga tidak cukup,” ujarnya.

Akibat tidak tersediannya pupuk memadai, dimusim tanam gadu tahun ini, petani harus berpikir panjang untuk menggarap sawahnya, karena tak mau mengambil risiko gagal panen.

Kondisi seperti ini, kata Edi Santoso, menjadi ancaman terhadap petani yang dalam setiap musim tanam menggantungkan kebutuhan pupuk untuk meningkatkan produktivitas hasil pertaniannya.

“Kalau tidak dilakukan pemenuhan pupuk, sangat berbahaya dalam upaya meningkatkan produksi padi di Merauke. Yang pasti dengan kekurangan pupuk akan membuat produksi ikut menurun,” tuturnya.

Meski terjadi kelangkaan pupuk bersubsidi berbagai jenis, namun pihaknya membantah jika terjadi permainan harga jual pupuk non-subsidi ditengah masyarakat, karena penjualannya mengacu pada ketentuan dan aturan.

“Akan kami telusuri kalau itu ada, siapa dan dimana yang bermain dengan harga pupuk. Memang pupuk sedang sulit, namun sejauh ini tidak ada laporan mengenai permasalahan itu,” ucapnya. (Nuryani/Arjuna)

Advertisement