Disepakati Pembangunan Ponpes dan Masjid Dihentikan Sementara

Disepakati Pembangunan Ponpes dan Masjid Dihentikan Sementara

Pertemuan bersama FKUB yang berlangsung di Polres Merauke

Metro Merauke – Polres Merauke, Papua menfasilitasi pertemuan bersama Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), masyarakat Marind-Buti dan pengelola pembangunan pondok pesantren (ponpes) juga masjid, sebagai tindaklanjut pemalangan lokasi di Dorem Kai, sekitar KPG, Kelurahan Samkai beberapa waktu lalu.

Pertemuan yang berlangsung, Senin (7/8) itu, hadir Bupati Merauke, Frederikus Gebze dan Wakil Ketua DPRD Merauke, Hj. Maritus Solikah.

Kapolres Merauke, AKBP Bahara Marpaung kepada sejumlah wartawan usai pertemuan menjelaskan, telah ada kesepakatan bersama agar kegiatan pembangunan ponpes dan masjid dihentikan sementara waktu sambil menunggu pengelola ponpes melengkapi persyaratan berkaitan dengan pembangunan rumah ibadah.

Sejumlah persyaratan itu kata Kapolres, tentunya sesuai dengan SKB Nomor 8 dan 9, dimana diatur secara jelas, khusus dalam pasal 13-17.

Selain itu, disepakati agar pemalangan dengan menggunakan janur maupun pemasangan spanduk dicabut oleh pemilik hak ulayat. “Beberapa poin dimaksud, disepakati dan harus ditindaklanjuti,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres meminta semua pihak agar menahan diri dan tidak terprovokasi. “Kita semua harus saling menghormati dan menghargai sekaligus menciptakan agar daerah ini tetap aman-kondusif,” pintanya.

Ketua RT 15, Kelurahan Samkai, Agustinus Endeboy mengatakan, pihaknya telah menindaklanjuti hasil kesepakatan itu dengan membuka janur maupun spanduk yang dipasang di pintu masuk lokasi pembangunan ponpes dan masjid.

“Ya, kita sudah tindaklanjuti hasil kesepakatan dan diharapkan agar kegiatan pembangunan ponpes maupun masjid, dihentukan sementara waktu,” katanya. (LKF/Arjuna)

Advertisement