Tertembus Anak Panah, Tukang Ojek Asal Pasuruan Tewas di Papua

Tertembus Anak Panah, Tukang Ojek Asal Pasuruan Tewas di Papua

TERPANAH: Korban M. Kholil saat ditemukan tewas di Papua. | Foto: Istimewa

Metro Merauke – Niat M. Kholil, 30, mengadu peruntungan di Papua berakhir tragis. Warga Dusun Batu Putih, Desa Jatirejo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan itu, tewas setelah diserang sekelompok orang yang diduga KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata).

Korban ditemukan tewas di Distrik Mewoluk, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, Jumat (4/8). Korban diserang saat bekerja sebagai tukang ojek yang telah dilakoninya sejak 10 bulan terakhir. Ia pun tewas seketika di lokasi kejadian.

Jenazahnya diterbangkan dari Papua ke Surabaya, Sabtu pagi (5/8) sekitar pukul 10.00. Diperkirakan, jenazah korban sampai ke rumah duka, malam ini (Sabtu, 5/8, Red.) pukul 22.00.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, sebelum tewas korban mengendarai motor Yamaha Jupiter MX miliknya. Ia melintasi Kampung Usir, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya untuk mengantar penumpangnya ke Distrik Mewoluk.

Hingga sampai di tempat tujuan, korban tidak mengalami kejadian apapun. Maut menghadang korban sepulang mengantar penumpang.

Saat sampai di kampung Yambindugun, Distrik Mewoluk, sekelompok orang bersenjata yang diduga KKB tiba-tiba. Beberapa orang dari mereka lantas menembakkan anak panah pada korban.

Korban pun tak dapat mengelak saat dua anak panah meluncur ke tubuhnya. Menembus dada dan perut sebelah kirinya.

Tak hanya itu. Korban juga mengalami luka tembakan pada bagian tubuh yang lain. Yakni, telinga kiri bagian belakang dan tembus ke kepala belakang dekat telinga kanan.

Mengetahui insiden itu, sejumlah anggota Polres Puncak Jaya langsung menuju ke tempat kejadian perkara (TKP). Namun, petugas kepolisian justru mendapat perlawanan dengan tembakan bertubi-tubi dari KKB. Baku tembak bahkan terjadi selama 30 antara petugas dengan KKB.

Tiga puluh menit kemudian, baru KKB itu melarikan diri. Polisi pun langsung mengevakuasi korban. Sayangnya, korban sudah dalam keadaan tak bernyawa lantaran parahnya luka yang dialami.

Korban pun dibawa ke RSUD Mulia untuk divisum. Selain itu, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti dalam kasus itu. Di antaranya anak panah yang mengenai tubuh korban dan motor milik korban.

Keluarga korban sendiri sangat terpukul mendengar informasi itu. Berita ihwal meninggalnya korban disampaikan tetangga perempuan korban yang suaminya juga bekerja sebagai tukang ojek di Papua.

“Saya mendengar kabar itu dari Badi’ah, istri tetangga saya yang juga ngojek di Papua,” ungkap Lailatul Nikmah, 26, istri korban, Sabtu (5/8) saat ditemui di rumahnya.

Nikmah panggilannya, mengaku sangat kehilangan. Betapa tidak, suaminya itu nekat berangkat ke Papua demi memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.

Pekerjaannya sebagai nelayan ditinggalkan. Bahkan, korban juga rela meninggalkan anak semata wayangnya yang masih balita.

Nikmah tak menyangka, suaminya yang berniat mencari nafkah itu justru menjadi korban penyerangan kelompok bersenjata. Andai saja tengah ada konflik di daerah tempat suaminya bekerja, Nikmah yakin, suaminya bukan orang yang bersalah.

Bukan saja Nikmah yang terpukul. Seluruh keluarga korban pun bersedih. Selama lebih dari 24 jam, mereka dibuat cemas menyambut kedatangan jasad korban dari Papua. Namun, pihak keluarga hanya bisa pasrah. Mereka pun telah menyediakan batu nisan untuk pemakaman korban.

Kepala Desa Jatirejo, Ainul Yakin mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian setempat. Itu dilakukan untuk terus memantau pemulangan jasad korban.

“Informasi awal, jenazah korban sampai pukul 2 siang. Ternyata mundur. Kemungkinan karena masalah administrasi. Diperkirakan nanti malam jenazahnya sampai,” urainya. (***/Radfan Faisal)

Sumber: Jawapos

 

Advertisement