Pelecehan Seksual dan Kekerasan Terhadap Anak Mendominasi

Pelecehan Seksual dan Kekerasan Terhadap Anak Mendominasi

Kepala Bidang P3P2KB Kabupaten Merauke, PAPUA, Yosephita Aron

Metro Merauke – Kekerasan terhadap perempuan di Kabupaten Merauke, Papua tahun ini didominasi pelecehan seksual dan kekerasan terhadap anak.

Sebanyak 50 lebih kasus kekerasan ibu dan anak dalam keluarga yang dilaporkan tahun ini, terbanyak adalah kekerasan terhadap anak dibawah umur dengan pelaku orang tuanya sendiri. Selain itu, penyalahgunaan teknologi turut menyumbangkan angka kekerasan seksual pada anak dalam keluarga.

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Pengarusutamaan Gender Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (P3AP2KB) Kabupaten Merauke, Yosephita Aron mengatakan, pelecehan seksual dan kekerasan terhadap anak melebihi kasus terhadap perempuan.

“Pertama dipengaruhi perkembangan teknologi, kemudian pembentukan keluarga tidak melalui prosedur, tidak ikut aturan. Banyak yang tinggal hidup bersama tetapi tidak menikah,” ujarnya Senin (7/8).

Selain itu faktor lain menurut dia, kurangnya pendampingan terhadap remaja mempersiapkan mereka ketika menjadi orang tua dan tanggungjawab yang harus mereka laksanakan, bukan sekedar hidup bersama. Pola asuh yang salah terhadap anak juga merusak cara pandang dan kebiasaan terhadap tumbuh kembang anak.

Katanya, Dinas P3AP2KB hanya bisa memberikan pendampingan ketika ada pengaduan dari masyarakat terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak, sehingga anak dan perempuan ditempatkan pada tempatnya. Tidak diremehkan atau dijadikan pelampiasan nafsu dan amarah.

“Perlu ada kerja sama dari pemerintah, agama dan adat, yang harus berjalan sinergis. Pendampingan remaja disetiap agama harus diperkuat. Pendampingan pra-nikah termasuk pola pengasuhan anak dimasukan dalam pembinaan keagamaan,” katanya.

Ia menyebut, 80 persen anak dibiarkan bebas di luar rumah, bukan bersama orang tua atau keluarga mengontrol dan mengajarkan mereka kebiasan yang baik, berbudi luhur dan bermoral. Akibatnya, terjadi pergaulan bebas, kerusakan moral dan menjadi sulit diatur. (Getrudis/Arjuna)

Advertisement