Hal Jorok hingga Seks, 4 Pengakuan Mengejutkan Pegawai Hotel

Hal Jorok hingga Seks, 4 Pengakuan Mengejutkan Pegawai Hotel

Dubai memiliki pesona keindahan dan kemewahan Hotel dan resort hingga wisata belanja yang menjadi primadona. | Foto: Liputan6

Metro Merauke – Bicara soal hotel, apa yang ada di benak kita? Terpikir tentang ranjang terbungkus rapi dalam linen putih bersih? Atau mungkin kita mengharapkan mendapatkan ketenangan selagi menginap.

Mungkin kita senang karena tidak harus selalu membersihkan atau menata segala sesuatu sendiri. Tapi, pengakuan sejumlah pegawai hotel berikut ini membuat kita berpikir ulang.

Melalui beberapa forum seperti Reddit, kita akhirnya bisa menguak apa yang ada dalam benak para pekerja hotel. Demikian juga dengan aplikasi sejenis Whisper yang memungkinkan para pekerja hotel mengaku secara anonim.

Disarikan dari therichest.com pada Jumat (4/8), berikut ini adalah sejumlah hal yang diakui oleh para pegawai hotel agar bisa menjadi pertimbangan kita:

1. Hal Jorok di Kamar Hotel

Ilustrasi kamar hotel yang berantakan. | Sumber Flickr


Beberapa pegawai hotel mengakui bahwa ranjang di hotel tidaklah sebersih yang diduga, bahkan ada yang tidak mengganti seprei untuk tamu baru.

Menurut beberapa pegawai, hanya pelapis kasur dan seprei adalah yang lazim diganti secara teratur, tapi tidak selalu demikian dengan sarung bantal dan guling yang biasanya hanya disemprot pewangi anti bakteri.

Seorang pegawai lagi menganjurkan untuk tidak langsung duduk di kursi dalam kamar hotel tanpa melapisi dengan handuk. Menurutnya, tamu kadang-kadang duduk di kursi sambil bertelanjang.

Ada lagi cerita dari suatu hotel yang diinapi oleh satu tim bola basket. Para anggota tim menggunakan satu toilet untuk BAB, tapi tidak pernah menyiram. Mungkin mereka juga duduk di kursi setelah BAB.

Sementara itu, seorang wanita pelayan hotel mengaku lewat Whisper bahwa ia senang merangsang diri sendiri dalam kamar yang sedang dibersihkannya dan melakukannya hampir setiap malam.

Seorang pelayan lagi mengaku melampiaskan amarah kepada tamu dengan cara kencing di gelas minum dalam kamar, membuang urine ke toilet, lalu mengelap gelas itu hingga kering.

Selain pengakuan nakal, ada juga pengakuan temuan harta karun oleh para pembersih kamar yang biasanya hanya bertugas selama 15 menit dalam kamar tamu. Seorang pegawai mengaku pernah menemukan amplop kertas berisi uang US$ 20 ribu.

Ada juga pegawai yang menemukan buku catatan usang dengan tulisan “Kenapa Saya Mencintai Salad”. Di dalamnya tertulis catatan 40 hingga 80 halaman yang menjelaskan mengapa salad itu baik, bahkan seakan memiliki nyawa.

2. Seks dan Penyelewengan di Hotel

Ilustrasi wanita di dalam kamar hotel.| Sumber Max Pixel

Kebanyakan orang yang menjadi tamu hotel bergengsi mengharapkan mendapatkan semua layanan. Sebuah hotel bergengsi bintang 5 di Hong Kong memberikan yang lebih lagi, termasuk jasa penyediaan wanita penghibur bagi tamu VIP. Kedatangan pekerja seks komersial bahkan lebih cepat daripada datangnya pesanan piza.

Selain itu, pikir ulang kalau melakukan hubungan seks di hotel. Sejumlah pegawai mengaku bahwa mereka sering mendengar para tamu yang ribut melakukan seks, tapi sungkan memberi tahu.

Seorang pegawai berbagi cerita tentang suatu kelompok swinger yang menginap beberapa malam di hotelnya, katanya, “Mereka berhura-hura di lantai dua, orang-orang bertelanjang di sana-sini sehingga anak-anak menjerit-jerit dan para tamu lain mengeluhkannya.”

Para pegawai hotel juga mawas sehingga jangan mengira tidak mengetahui rahasia perselingkuhan tamu. Para pegawai memang seperti tidak peduli, tapi mereka telah melihat semuanya.

Jadi, kalau menginap bersama rekan sekerja atau membawa makhluk mungil yang cantik dari acara larut malam, pastilah ada orang yang melihat apa yang terjadi.

Penyelewengan amat lazim di hampir semua hotel. Seorang pengguna Whisper menuliskan, “Dengan bekerja di hotel, sungguh mengejutkan melihat begitu banyaknya orang yang sudah menikah menyeleweng bersama rekan bisnis dalam perjalanan dinas dan pasangan di rumah tidak mengetahui.”

3. Praktik Balas Dendam

Ilustrasi bar di hotel. | Sumber Pexels

Inilah satu lagi nasihat bagi tamu yang menginap. Jangan macam-macam dengan mereka yang ada di front desk karena mereka mampu membawa penderitaan. Ya, mereka memang menghadapi segala jenis orang hingga yang paling kasar dan menghina sehingga mereka membalas dengan caranya sendiri.

Seorang pengguna Whisper mengaku bahwa, jika para tamu memperlakukannya dengan buruk, maka ia “secara tidak sengaja” menagih lebih pada kartu kredit milik tamu. Seorang lagi mengaku melakukan pembalasan dengan membuat kartu pintu kamar tidak bekerja, hanya agar tamunya kesal.

Tapi perilaku ramah juga menyenangkan pegawai sehingga mereka tidak sungkan memberikan layanan-layanan tambahan.

Di sisi lain, selalu ada saja pegawai hotel yang memang tidak jujur dan pencurian pun terjadi. Beberapa pegawai mengaku lewat Whisper dan Reddit.

Seorang pelayan mengaku selalu memeriksa barang milik tamu untuk memeriksa apa yang bisa diambil. Seorang lagi mengaku mencuri benda yang bisa ditaruh di rumah. Misalnya, seorang pegawai yang kesal mengaku mencuri sendok dan sekarang telah memiliki lebih dari 200 sendok curian.

Membaca dari beberapa pengakuan karyawan, ada satu hal yang jelas, yaitu bahwa beberapa pegawai memang tidak suka berinteraksi dengan publik. Apalagi kalau berhadapan dengan berbagi jenis orang, termasuk sisi-sisi buruk manusia. Melelahkan batin.

Kata seorang pengguna Whisper, “Bekerja di hotel mengajarkan saya satu hal, yaitu datanglah selalu ke tempat kerja seperti setengah mabuk karena harus berhadapan dengan orang berdompet tebal, tapi berpikiran sempit.”

Seorang kontributor lagi mengatakan bahwa ia lebih menyukai pendekatan yang lebih halus, “Saya sengaja membuat suhu di lobi dingin membeku agar orang-orang bodoh enggan berlama-lama.”

4. Kuman Bertebaran

Ilustrasi kolam renang hotel. | Sumber Flickr

Bagi banyak orang, salah satu fasilitas menarik di hotel adalah makanannya, bukan? Pertama-tama, si tamu tidak usah menyiapkan dan, kedua, tidak usah membersihkan. Apalagi ada layanan kamar.

Bicara soal makanan hotel, pernah terpikir berapa banyak orang yang bersentuhan dengan makanan yang disantap tamu? Bisa saja ada tangan kotor atau hidung yang beringus pada orang yang sedang menyiapkan salad. Padahal, ketika kita memesan makanan hotel, kita menganggap tempat itu bersih.

Ketika menginap di hotel, ada seseorang yang hampir selalu terlupakan, yaitu bellman yang menunjukkan kamar hotel kita. Padahal, jika kita perlakukan secara baik, kita bisa mendapat banyak hal.

Beginilah pengakuan seorang doorman, “Saya adalah seorang bellman dan petugas valet di suatu resor. Saya bisa memberikan kamu berbotol-botol minuman gratis, tampon, parkir valet, wisata, angkutan, reservasi, binatu, dan bahkan peningkatan kamar jika diminta. Tapi tidak ada yang melakukannya karena saya hanyalah seorang penjaga pintu.”

Kebanyakan di antara kita menyangka bahwa hotel adalah tempat yang mewah karena para tamunya adalah orang yang berkelas. Ternyata tidak begitu dan para pegawai harus berhadapan dengan perilaku jorok.

Seorang pengguna Reddit bernama hospitalityqueen mengungkapkan bukti tentang hal itu, berkaitan dengan para tamu yang membiarkan anak-anaknya berkeliaran tanpa popok sehingga kotor di mana-mana.

Ia juga menceritakan tentang seorang tamu yang membawa balita ke dalam kolam tanpa memakai popok berenang. Balita itu kemudian BAB di kolam. Yang lebih parah lagi, ibu anak itu malah menyalahkan pegawai kolam renang hotel. (Alexander Lumbantobing)

Sumber: Liputan6

 

Advertisement