Ricuh Pilkada Papua, Kelompok Bersenjata Tembaki Warga

Ricuh Pilkada Papua, Kelompok Bersenjata Tembaki Warga

Ilustrasi penembakan

Metro Merauke – Kelompok bersenjata di Papua menembak dua orang warga saat pecahnya kericuhan antardua pendukung pasangan calon Pilkada di daerah itu, Senin, (31/7).

Juru bicara Polda Papua Kombes Pol Ahmah Mustafa mengatakan, aksi penembakan itu terjadi ketika dua pendukung paslon pilkada tengah terlibat keributan di Kampung Luwgneri Distrik Pagaleme.

“Tiba-tiba terjadi penembakan terhadap warga di Kampung Wanigobak yang mengakibatkan jatuhnya korban,” ujar Mustafa.

Kedua korban itu diketahui merupakan massa dari pendukung paslon yakni Lagu Wonda terkena tembakan di paha kanan dan lengan kiri. Lalu meninggal dunia dan warga bernama Aupa Tabuni yang mengalami luka tembak di betis kiri.

Mustafa menduga, kelompok bersenjata ini telah membaur bersama warga. Sehingga sulit diidentifikasi. “Mereka selalu menggunakan taktik gerilya,” ujarnya.

Aksi penembakan itu kemudian berlanjut dengan percobaan pembakaran rumah milik anggota Polres Puncak Jaya, Bripda Rudi dan Bripda Calvin. Namun beruntung api cepat dipadamkan.

Menurut Mustafa, melihat kondisi yang semakin tidak kondusif, kepolisian pun melakukan penyitaan terhadap sejumlah senjata tajam yang dibawa warga.

Namun upaya itu hanya meredakan sementara. Warga kembali bertikai dan melukai seorang warga bernama Yonis, masih dari pendukung paslon pilkada. “Kemudian pada waktu yang hampir bersamaan terjadi aksi pembakaran rumah milik salah satu massa pendukung,” ujar Mustafa.

Kini, kepolisian bersama TNI masih terus mengendalikan massa. Kelompok yang bertikai telah berhasil dibubarkan. “Malam ini akan apel siaga 1 dan besok pagi pertemuan dengan para tokoh agama dan pemangku kepentingan,” ujar Mustafa. (***/Harry Siswoyo)

Sumber: viva.co.id

 

Advertisement