Festival Budaya Keerom, Ajang Kreasi Seniman Papua

Festival Budaya Keerom, Ajang Kreasi Seniman Papua

Ilustrasi Penari membawakan tarian asal Papua | Foto: Republika/Tahta Aidilla

Metro Merauke – Festival Budaya Keerom (FBK) akan segera digelar di Lapangan Sepak Bola Swakarsa, Kampung Asyaman Distrik Arso, Kabupaten Keerom, Papua pada 2 hingga 4 Agustus 2017. Pada festival ini, wisatawan akan disuguhkan budaya asli Papua dan banyak keunikan lainnya.

“Yang ingin melihat keindahan alam Papua dan budaya yang unik, silakan ke Keerom, Papua, ini juga salah satu event yang akan menyasar negara tetangga yaitu Papua Nugini,” kata Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuti, dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Ahad (30/7).

FBK yang sudah dilaksanakan keempat kalinya ini merupakan ajang berkreasi seniman, termasuk seniman pemula di Keerom dan Papua. Kabupaten Keerom memiliki 19 etnis atau suku yang tersebar di wilayah kabupaten Keerom. “Budayanya sangat kaya. Sangat potensial sehingga perlu ditampilkan pertunjukan kesenian skala besar,” ujar Esthy.

Esthy menyebut seni tari tradisional yang ditampilkan dalam kegiatan ini adalah tarian tradisional non-sakral atau tarian tradisional kreatif. Hingga kini, tarian itu masih tetap hidup, berkembang, dan mewakili kebudayaan dari masing-masing distrik di Kabupaten Keerom.

FBK akan diikuti seluruh sanggar tari di Kabupaten Kerom. “Seperti kita ketahui tanah Papua ini memiliki keanekaragaman budaya yang hingga saat ini masih tetap hidup dan berkembang dengan ciri khas Papua,” ujarnya.

Kepala Bidang Promosi Wisata Alam Kementerian Pariwisata, Hendry Noviardi, mengatakan acara kali ini mengangkat tema “Bangsa yang Bermartabat adalah Bangsa Berbudaya Pesona Indonesia Pesona Keerom”. Tema itu diusung untuk membangun nilai-nilai kebersamaan masyarakat setempat serta menciptakan ekonomi kreatif masyarakat yang damai, mandiri, maju dan sejahtera.

Nantinya kegiatan ini juga akan diikuti oleh pementasan tari dari wisman Papua Nugini. “Ini untuk merangsang kreativitas, pemikiran, dan gagasan peserta tentang seni budaya serta mengetahui perkembangan kebudayaan Papua,” ujar Hendry.

Kemenpar dan panitia setempat juga akan menyambut delapan sanggar budaya dari Papua Nugini dengan jumlah peserta 348 orang, belum termasuk anggota keluarga yang ikut. “Ini sangat potensial dalam mendatangkan Wisman negara tetangga,” kata dia.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, mengatakan FBK dapat memperkuat daya saing pariwisata melalui unsur 3A (atraksi, aksesibilitas, dan amenitas). Utamanya pada unsur kegiatan yang dapat meningkatkan kunjungan wisatawan yang ingin melihat secara langsung atraksi di Kabupaten Keerom.

”Bikin wisatawan betah dan ingin kembali lagi ke Papua. Pastikan konsep acaranya kuat dan punya keunikan. Keindahan alam, tradisi lokal di Keerom adalah apa yang wisatawan asing cari setelah bosan dengan rutinitas dan modernitas di daerah masing-masing,” jelasnya. (***/Qommarria Rostanti)

Sumber: Republika/Kemenpar

Advertisement