Butuh Miliaran Rupiah Rampungkan Stadion Katal Pal

Butuh Miliaran Rupiah Rampungkan Stadion Katal Pal

Koodinator Sub PON Wilayah Merauke, Laduani Ladamai melakukan koodinasi bersama Pemkab Merauke untuk mengetahui kesiapan daerah jelang PON 2020

Metro Merauke – Pemkab Merauke, Papua menyiapkan GOR Hiad Sai dan Stadion Katal Pal sebagai lokasi penyelenggaraan cabang olahraga (cabor) PON yang akan dipertandingkan di wilayah itu ketika Papua menjadi tuan rumah PON XX, tahun 2020 mendatang.

Namun kini pembangunan Stadion Katal Pal yang dimulai sejak 2002 lalu belum juga rampung, bahkan terbengkalai.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Merauke, HBL Tobing mengatakan, beberapa bagian gedung diantaranya atap, kaca dan tiang-tiang penyangga telah rusak. Jika stadion itu akan dimanfaatkan sebagai lokasi pertandingan cabor PON, butuh anggaran miliaran rupiah untuk melakukan perbaikan dan melanjutkan pembangunan sehingga layak difungsikan.

“Kita sudah melakukan pengecekan, banyak seng sudah terlepas, kaca ada yang pecah dan tiang sudah karat. Pembangunan Katal Pal sejak 2002 belum juga rampung, belum juga diresmikan, tapi sekarang sudah rusak,” katanya dalam rapat koordinasi persiapan PON bersama Koordinator sub PON wilayah Merauke dan Pemkab Merauke, Jumat (28/7).

Namun pihaknya optimis, dengan dukungan anggaran yang memadai, dalam tenggat waktu dua tahun menuju PON Papua, 2020 penyelesaian pengerjaan Stadion Katal Pal dapat direalisasikan.

Sementara Koordinator sub PON wilayah Merauke, O Laduani Ladamai menyebut, pihaknya telah mengajukan anggaran mencapai Rp272 miliar untuk mendukung penyelesaian Stadion Katal Pal dan venue lainnya di Merauke.

Perampungan pembangunan Stadion Katal Pal selain mensukseskan PON 2020, juga akan mewujudkan mimpi masyarakat Merauke memiliki arena olahraga dengan fasilitas lengkap.

Ia berpesan, persiapan perhelatan even empat tahunan, dimana Provinsi Papua sebagai tuan rumah diharapkan berjalan optimal.

“Even ini sebagai momen yang baik dan harus dimanfaatkan dengan baik, karena dapat membawa dampak besar terhadap daerah, utamanya perputaran ekonomi masyarakat,” kata Ladamai. (Nuryani/Arjuna)

 

Advertisement