Kelangkaan Pupuk Dikeluhkan Petani di Merauke
Humanis

Kelangkaan Pupuk Dikeluhkan Petani di Merauke

Lahan persawahan masyarakat yang ada di Kampung Telaga Sari

Metro Merauke – Setiap tahun, petani di kampung-kampung di Kabupaten Merauke, Papua terutama lokasi eks transmigrasi, terus mengeluhkan kelangkaan pupuk subsidi yang dibeli dari distributor, karena kuotanya dibatasi.

Salah seorang petani di Kampung Telaga Sari, Riyanto kepada Metro Merauke¸Rabu (26/7), menuturkan sesuai RDKK, satu kepala keluarga hanya diberikan jatah pupuk untuk dua hektar lahan yang dibuka. Sementara, luasan lahan yang dibuka, berkisar 5-10 hektar.

“Ini persoalan serius yang terjadi. Oleh karena jatah diberikan seperti demikian, tak mungkin memaksakan distributor melalui pengecer menambah lebih banyak,” katanya.

“Ada tiga jenis pupuk subsidi dijual yakni urea, NPK serta salah satu jenis pupuk lain. Harganya bervareasi mulai dari Rp135.000 perkuintal sampai Rp160.000 perkuintal,” lanjutnya.

Sedangkan pupuk non subsidi kata dia, harganya sangat mahal yakni Rp600.000 perkuintal. Dengan harga seperti itu, tentu petani tak mampu membelinya.

“Mau tidak mau, kami mengandalkan pupuk subsidi pemerintah. Jadi, luasan lahan yang dibuka juga dibatasi, disesuaikan dengan jatah pupuk,” ucapnya. (LKF/Arjuna)

 

 

Post Comment