Bank Indonesia Musnahkan 189.477 Lembar Uang Palsu

Bank Indonesia Musnahkan 189.477 Lembar Uang Palsu

Petugas Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri memperlihatkan uang palsu saat rilis di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (16/6). Dalam penangkapan polisi mengamankan 1.000 lembar uang pecahan Rp 50.000 palsu. | Foto: Liputan6.com/Faizal Fanani

Metro Merauke – Bank Indonesia (BI) telah memusnahkan 189.477 lembar uang palsu pada Rabu ini. Uang palsu ini merupakan hasil temuan dari 2014 sampai dengan 2016.

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia Suhaedi menjelaskan, secara umum kualitas rupiah palsu yang ditemukan masih jauh dari sempurna mengingat semuanya tidak menggunakan bahan kertas dan menggunakan teknik cetak yang sederhana.

“Jadi uang palsu ini bersumber dari setoran bank ke kita dan kemudian kita verifikasi dan analisis di laboratorium kemudian kita serahkan ke Bareskrim Polri, dan kemudian bareskrim diminta pengadilan untuk memusnahkan, dan kemudian pagi ini kita musnahkan,” kata Suhaedi di gedung Bank Indonesia, Rabu (26/7).

Dikatakan Suhaedi, apa yang sudah dilakukan pagi ini sebagai bentuk wujud koordinasi yang baik antara Bank Indonesia, Polri dan Pengadilan Negeri dalam rangka penindakan, penegahan dan pemusnahan uang palsu yang berebdar di masyarakat selama ini.

Adapun uang palsu yang dimusnahkan pagi ini terdiri dari menyerupai pecahan Rp 100 ribu sebanyak 90.180 lembar, menyerupai Rp 50 ribu sebanyak 82.822 lembar dan menyerupai pecahan Rp 20 ribu sebanyak 10.919 lembar.

Selain itu BI juga memusnahkan menyerupai uang Rp 10 ribu sebanyak 3.590 lembar, menyerupai pecahan Rp 5.000 sebanyak 1.961 lembar dan menyerupai Rp 2.000 sebanyak 5 lembar.

Sementara itu di kesempatan yang sama Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Agung Setya menambahkan, selama tiga tahun terakhir, setidaknya sudah ada 246 kasus tindak pemalsuan uang dimana sudah ditangkap pelakunya sebanyak 576 orang.

Dari berbagai tindak pemalsuan uang yang terjadi di masyarakat, Agung mengaku rasio adanya uang palsu pada 2015, setiap 1 juta uang yang beredar sebanyak 21 lembar ditemukan uang palsu. pada 2016 rasio tersebut mengalami penurunan menjadi 1 juta uang beredar, terdapat 13 lembar uang palsu.

“Penangkapan para pelaku uang palsu ini kita lakukan tidak hanya pada para pengedar, akan tetapi sampai ke pembuatnya. Jadi tidak ada tempat bagi para pemalsu rupiah di negeri ini,” tambah dia. (***Ilyas Istianur Praditya)

Sumber: Liputan6

 

Advertisement