Masyarakat Jayawijaya Mengeluh Mahalnya Harga Bapok
Ekonomi

Masyarakat Jayawijaya Mengeluh Mahalnya Harga Bapok

Legislator Papua dari daerah pemilihan Jayawijaya, Lanny Jaya dan Nduga, Emus Gwijangge

Metro Merauke – Legislator Papua dari daerah pemilihan Jayawijaya, Lanny Jaya dan Nduga, Emus Gwijangge mengatakan, pihaknya menerima banyak keluhan dari masyarakat itu terkait mahalnya bahan kebutuhan pokok (bapok) di wilayah itu.

Ia mengatakan, salah satu keluhan yang diterima dari masyarakat yakni mahalnya bahan pokok dan kebutuhan mendasar lainnya di wilayah pengunungan Papua.

Untuk itu, pemerintah daerah perlu menjalin kerjasama dengan para pengusaha dan distributor guna menekan harga bapok di wilayah pengunungan Papua, sebab perbedaan harga sangat terasa dengan wilayah di pesisir, terutama Kota Jayapura.

“Banyak keluhan dari masyarakat terkait dengan bahan pokok. Salah satunya bahan bangunan yaitu semen. Kalau di Jayapura harganya Rp95 ribu hingga Rp100 ribu persak, di Wamena Rp500 ribu. Ini kan sangat luar biasa,” kata Emus, Senin (24/7).

Katanya, jika di Kabupaten Jayawijaya yang merupakan pintu masuk ke wilayah pegunungan tengah Papua harga sudah begitu mahal, bagaimana dengan kabupaten lain di wilayah itu, tentu harganya akan lebih tinggi.

“Ini aduan yang masuk, sehingga harga ini harus diturunkan. Bupati Jayawijaya harus menerbitkan ini, agar ada penurunan harga. Pemerintah kabupaten jangan sibuk urus politik,” ucapnya.

Menurutnya, masalah transportasi tidak harus selalu menjadi alasan, karena kini sudah banyak penerbangan ke wilayah itu, sehingga harga perlu dirasionalkan dan disitulah peran pemerintah.

“Kami juga minta kepada dinas perdagangan dan perindustrian harus memudahkan izin. Para pengusaha juga harus mengikuti pemerintah dalam masalah harga, jangan seenaknya menaikan harga barang,” katanya. (Arjun)

Post Comment