LPSE Harusnya Memajukan Pengusaha OAP, Bukan Merugikan

LPSE Harusnya Memajukan Pengusaha OAP, Bukan Merugikan

Legislator Papua, Emus Gwijangge

Metro Merauke – Legislator Papua, Emus Gwijangge menyatakan kehadiran Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) harusnya dapat memajukan pengusaha orang asli Papua (OAP), bukan sebaliknya, merugikan mereka.

Ia menilai, keberadaan LPSE di Papua tidak mengakomodir pengusaha asli Papua, sebab pengusaha asli Papua sulit menang lelang atau tender dengan cara elektronik.

“LPSE ini, saya tidak mengerti apakah lembaganya yang salah atau orang-orang di dalamnya. Harusnya LPSE hadir merangkul orang asli Papua. Kebanyakan yang lolos LPSE ini orang-orang non Papua. Berikan kesempatan kepada putra daerah,” kata Emus Gwijangge, Senin (24/7).

Katanya, kehadiran LPSE harusnya mampu membawa pengusaha orang asli Papua bersaing secara nasional. Namun yang terjadi, justru kehadiranya merugikan pengusaha asli Papua. Padahal ada pengusaha asli Papua yang memiliki kemampuan dan peralatan memadai.

“Kalau ada pengusaha yang sudah memenuhi syarat harus diberi kesempatan. Banyak aduan ke DPR Papua, LPSE itu hanya formalitas. Banyak orang yang bermain di dalamnya. Harus kasih kesempatan kepada putra daerah,” ucapnya.

Katanya, jika keberadaan LPSE tidak mengakomodir pengusaha Papua, sebaiknya pelelangan proyek di Papua dikembalikan kepada setiap SKPD.

“Kebanyakan yang menang tender pengusaha dari luar Papua. Ini salah satu bentuk perampasan terhadap hak-hak orang asli Papua. Ini sama saja mendiskriminasi pengusaha asli Papua,” katanya.

Ia menyatakan, pihaknya akan memanggil pihak LPSE untuk memastikan adanya laporan dugaan kongkalikong di lembaga itu serta ada oknum-oknum yang mengatasnamakan para pejabat Papua, termasuk gubernur.

“Ada laporan ada oknum menjual nama gubernur dan jajaran untuk memangkan tender. Kami akan memanggil LPSE. Jangan jual nama gubernur dan jajarannya,” imbuhnya. (Arjun)

Advertisement