Bakal Calon Kepala Daerah “Berebut” Dukungan Gerindra

Bakal Calon Kepala Daerah “Berebut” Dukungan Gerindra

Para panelis DPD Gerindra Papua ketika pemaparan visi misi bakal calon bupati dan wakil bupati di DPD Gerindra Papua, Senin (24/7)

Metro Merauke  Sejumlah bakal calon kepala daerah beberapa kabupaten di Papua yang akan mengikuti pilkada serentak, 2018 mendatang “berebut” dukungan Partai Gerindra.

Dalam fit and propertes di Kantor DPD Gerindra Papua, Senin (24/7), tercatat ada empat pasangan bakal calon kepala daerah-wakil kepala daerah yang berupaya menarik simpati para panelis lewat pemaparan visi misi.

Mereka adalah dua pasangan bakal calon bupati-wakil bupati Paniai, pasangan bakal calon bupati-wakil bupati Deiyai dan pasangan bakal calon bupati-wakil bupati Jayawijaya.

Wakil Ketua DPD Gerindra Papua, Yance Mambrasar mengatakan, sesuai AD/ART partai, salah satu tahapan yang harus dilakukan para pasangan bakal calon untuk mendapat rekomendasi DPP, yakni mengikuti fit and propertes.

“Sesuai mekanisme partai, para calon harus memaparkan visi dan misinya, agar dapat ditentukan poin rekomendasi. Tidak hanya fit and propertes, ini kami rekam dalam bentuk visual untuk disampaikan ke DPP,” kata Yance Mambrasar disela-sela pemaparan visi misi pasangan bakal calon kepala daerah-wakil kepala daerah.

Selain itu lanjut dia, ada juga survei internal yang dilakukan DPP tanpa sepengatahuan DPD atau DPC, terutama wilayah yang sistem pemilihannya proposional. Penentuan calon yang akan direkomendasikan, bukan sepenuhnya dari DPD melainkan semua tergantung rekomendasi DPP.

“Hal-hal yang menjadi penilaian, tentu sangat relatif terutama latar belakang kandidat,” ujarnya.

Ia mencontohkan, saat pemaparan visi dan misi salah satu pasangan bakal calon bupati-wakil bupati, dimana bakal calon bupatinya dari Partai Hanura dan wakilnya dari Gerindra, dalam pemaparannya bakal calon bupati itu berjanji akan memenangkan prabowo dalam Pilpres 2019.

“Pertanyaannya sederhana, seperti kita ketahui dua hari lalu baru terjadi sidang pengesahan UU Pemilu dimana Gerindra dan  Hanura tidak pernah kawin dari dulu, hingga sekarang. Apa korelasinya akan memenangkan Prabowo. Ini menjadi salah satu penilaian kami,” katanya.

Lebih jelas dikatakan, hampir setiap DPC Gerindra kabupaten/kota di Papua perolehan kursi sekurang-kurangnya tiga kursi dan ini menjadi penentu, sehingga rekrutmen kepala daerah dari Gerindra selalu mendapat porsi yang proposional. (Arjun)

Advertisement