Derita Kondisi Langka, Remaja Ini Bisa Meninggal Jika Tertidur

Derita Kondisi Langka, Remaja Ini Bisa Meninggal Jika Tertidur

Tidur bisa membuat Liam meninggal dunia | Foto: Copyright odditycentral.com

Metro Merauke – Bersyukurlah ketika kamu memiliki tubuh yang sehat dan kualitas tidur baik setiap harinya. Karena pada dasarnya, karunia terbesar Tuhan adalah nikmat sehat. Perlu kita tahu, ada banyak orang-orang di luar sana yang harus berjuang keras demi mendapatkan kesehatan yang maksimal.

Beberapa bahkan harus mempertaruhkan nyawanya sendiri demi nikmat sehat dan kualitas tidur baik tersebut. Seperti yang dialami oleh remaja berusia 17 tahun bernama Lim Derbyhire berikut ini.

Dikutip dari laman odditycentral.com, Liam adalah remaja dengan kondisi langka yang mematikan. Ia menderita Congenital Central Hypoventilation Syndrome (CCHS). Sebuah kondisi yang akan membuatnya berhenti bernafas setiap kali ia tertidur.

Liam dan kedua orang tuanya | Foto: Copyright odditycentral.com

Mengenai kondisi langka ini sendiri, tidak lebih dari 1.500 orang yang menderitanya. Penderita kondisi ini akan berhenti nafas setiap kali ia tidur. Otot tubuhnya juga tak bekerja dengan baik, sistem peredaran darahnya akan berhenti, tekanan darahnya tidak teratur dan detak jantungnya bisa mandeg sewaktu-waktu.

“Kalian tidak tidak tahu dari satu hari ke hari lainnya, dari satu menit ke menit lainnya apakah dia akan baik-baik saja atau kejang-kejang. Dia bisa sangat kelelahan, kolaps dan meninggal sewaktu-waktu. Ini sangat menakutkan. Dokter mengatakan hidupnya tak akan lama. Tapi dia anak yang kuat, dia berhasil melewati hari-harinya bahkan hingga hari ini,” ungkap Kim, ibunda Liam.

Menurut para ahli, penderita CCHS ini bisa meninggal dan berhenti bernafas sewaktu-waktu ketika ia tertidur secara sembarangan. Perlu ada alat khusus untuk membantu kondisinya tetap stabil agar risiko kematiannya bisa dikurangi.

Liam harus menggantungnya nyawanya pada peralatan medis khusus saat tidur | Foto: Copyright odditycentral.com

Untuk tempat tidur Liam sendiri, ada alat ventilator yang bisa dipakai untuk memompa oksigen ke paru-parunya. Ada juga peralatan khusus sebagai sensor untuk mengetahui apakah Liam baik-baik saja atau kondisinya darurat. Belum ditemukan obat untuk kesembuhan kondisi ini. Tapi, dengan perawatan dan cara tidur yang benar dan dibantu dengan alat-alat khusus, penderita CCHS kemungkinan masih bisa bertahan dan melanjutkan hidup.

Tentang Liam sendiri, ia terbilang sebagai remaja yang kuat dan mengagumkan. Ibunya mengatakan, “Kalau kita mendengar diagnosa dokter, seharusnya ia sudah tidak ada saat ini. Ia benar-benar anak yang kuat. Ia sangat mengagumkan. Kami bangga telah memilikinya.” (vem/mim)

Sumber: Vemale

Advertisement