Natalius Pigai Kembali Kritisi Perhatian Pemerintah Terhadap Papua

Natalius Pigai Kembali Kritisi Perhatian Pemerintah Terhadap Papua

Komisioner Komnas HAM RI, Natalius Pigai ketika berada di Merauke, papua

Metro Merauke – Komisioner Komnas HAM RI, Natalius Pigai kembali mengkritisi perhatian pemerintah pusat terhadap Papua.

Kritikan ini merupakan yang kesekian kalinya dilontarkan komisioner Komnas HAM RI asal Papua itu.

Ia meminta pemerintah pusat konsiten memperjuangkan pemerataan pembangunan infrastruktur di Indonesia timur yang dinilainya sejauh ini belum berjalan maksimal.

Salah satu yang disoroti Natalius yakni pembangunan kapsul waktu yang hingga kini pembangunannya tidak terlaksana dengan baik, padahal telah dicanangkaan Presiden RI, Joko Widodo pada Desember 2015 di Kabupaten Merauke.

“Saya sudah lihat sendiri, pembangunan monumen kapsul waktu yang di dalamnya berisi cita-cita dan harapan bangsa Indonesia tidak beres, tiang pancang sudah retak dan tidak berlanjut,” ujarnya saat melakukan kunjungan ke Merauke, Kamis (20/7).

Ia menyebut, terbengkalainya pembangunaan tugu kapsul waktu karena instansi terkait di pusat yakni Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tidak mengalokasikan anggaran.

“Kami telusuri, tugu kapsul waktu belum dianggarkan pemerintah pusat khususnya PUPR, sampai 2017 satu rupiah pun tidak dianggarkan disitu,” katanya.

Katanya, Komnas HAM akan membawa hasil pantauan lapangan ke pusat terkait pembangunan tugu kapsul waktu di Merauke, yang merupakan salah satu program nawacita Presiden RI.

“Jangan mereka membohongi presiden yang sudah mencanangkan kapsul waktu di Merauke ini,” ucapnya.

Monumen kapsul waktu diresmikan pembangunannya oleh Presiden, Joko Widodo, Rabu (30/12/2015). Sebanyak 238 butir impian anak-anak Indonesia dari 34 provinsi diabadikan di Merauke.

Impian itu diabadikan dalam monumen kapsul waktu impian Indonesia. Rencananya, seluruh impian itu akan dibuka 70 tahun mendatang atau pada 2085. (Nuryani/Arjuna)

Advertisement