Chapung Wakili Papua pada Pameran Seni Rupa se-Indonesia

Chapung Wakili Papua pada Pameran Seni Rupa se-Indonesia

Selsius Djunianto Naraha alias Chapung ketika mengerjakan karya lukisannya yang diberi judul "Paitua Ian"

Metro Merauke – Chapung (38 tahun), seorang pelukis asal Kabupaten Merauke, Papua akan mewakili Papua mengikuti pameran besar seni rupa (PBSR) ke-5 tahun 2017 dengan tema “Huele” di Kota Ambon, Provinsi Maluku, 12 – 16 September mendatang.

Ayah tiga anak yang bernama lengkap Selsius Djunianto Naraha ini patut berbangga, karya lukisnya bertajuk “Paitua Ian” membuatnya terpilih mengikuti PBSR yang akan dihelat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Direktorat Kesenian dan dihadiri perupa seluruh Indonesia.

Chapung tak ingin melewatkan kesempatan itu. Selain berkesempatan berbagi ilmu dengan sesama seniman lain dari seluruh Indonesia dalam PBSR, ia juga telah menyiapkan beberapa harapan yang akan disampaikan kepada pemerintah pusat demi memajukan seniman lokal.

“Kami mengharapkan pemerintah dapat membangun taman budaya di Merauke. Ini penting sebagai wadah pengembangan seni,” katanya kepada Metro Merauke, Kamis (20/7).

Menurutnya, para seniman di Merauke cukup banyak. Berbagai hasil karya seni mereka telah membawa nama Merauke semakin tersohor hingga di kancah internasional.

“Namun, pelaku seni perlu diperhatikan pemerintah, termasuk di sini (Merauke) untuk perupa,” ujarnya.

Chapung yang juga memiliki tempat usaha handicraft kerajinan lokal dan seni ukir itu berharap, dengan ia mewakili Papua dalam PBSR, kedepan akan ada upaya membangkitkan semangat seniman lokal lebih maju, tentunya dengan kreatifitas dan inovasi dunia seni.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Direktorat Kesenian mengundang perupa dari seluruh Indonesia untuk mengikuti PBSR ke-5 dengan tema “Huele” yang memiliki makna semangat dalam bekerja dan beraktivitas.

Selama PBSR berlangsung akan diadakan pameran utama para seni rupa dari 34 provinsi. Mereka akan bersama-sama membuat sketsa, wisata budaya dan alam serta diskusi seni rupa dengan tema aktual. (Nuryani/Arjuna)

Advertisement