PSM Menurun, Persipura Mulai Bangun

PSM Menurun, Persipura Mulai Bangun

Pemain PSM Makassar, Marc Anthony Klok (kiri), berebut bola dengan pemain Barito Putera Douglas Ricardo Packer | Foto: Yusran Uccang/Antara

Metro Merauke – Mendekati separuh musim Go-Jek Traveloka Liga 1, peta persaingan papan atas mulai berubah. PSM Makassar yang sempat memimpin klasemen belakangan tengah menurun.

Sementara Persipura Jayapura yang terseok-seok pada awal musim kini mulai bangun. Hingga pekan 15, Persipura berada di posisi tiga dengan nilai 27 seperti halnya Bhayangkara FC di posisi empat– atau satu poin di bawah pemimpin klasemen Madura United (MU) dan PSM.

Episode menurun PSM terjadi dalam dua laga belakangan. Setelah ditahan tuan rumah yang juru kunci Persiba Balikpapan 2-2 (Kamis 13/7), “Juku Eja” diimbangi tim tamu Barito Putera 1-1 lima hari berselang (18/7).

Dengan dua hasil itu, PSM baru menang satu kali (2-1 atas Bhayangkara) sepanjang Juli. Satu laga lain pada pekan 12 berakhir dengan kekalahan 1-2 di kandang Persib Bandung.

Persoalannya, posisi PSM bukan hanya terancam oleh Persipura. Bali United bisa menyamakan poinnya dengan PSM dan MU apabila malam nanti (19/7) mampu menundukkan tuan rumah Sriwijaya FC sebagai laga penutup pekan 15.

Situasi ini membuat cemas pelatih PSM, Robert Rene Alberts. “Ini bakalan krusial, kalau Bali menang melawan Sriwijaya, Bali akan sejajar dengan kita,” kata pelatih dari Belanda itu dikutip Rakyatku.

Sementara ini, penurunan PSM disebabkan oleh absennya sejumlah pemain. Saat ditahan Barito, Alberts tak bisa menurunkan Hamka Hamzah, Steven Paulle, Reva Adi Utama, dan pengatur serangan Willjan Pluim.

Hamka, kapten PSM, menjalani sanksi skors dua pertandingan akibat aksinya memprovokasi suporter saat bermain di kandang Persib lalu. Sementara Paulle menderita cedera hamstring dan menurut Alberts yang dilansir Online24 baru bisa bermain melawan Bali United (23/7) atau MU (29/7).

Adapun Reva menjalani sanksi kartu merah yang diterima ketika tampil di kandang Persiba. Sedangkan Pluim melakoni skors akumulasi kartu kuning.

Dengan begitu, PSM kehilangan tiga pilar utama di pertahanan dan seorang jenderal lapangan. Alberts mengatakan Barcelona dan Manchester United pun bakal kesulitan jika mengalami hal yang sama.

Meski begitu eks pelatih Arema FC ini juga gembira karena ketajaman Ferdinand Sinaga telah kembali. Kebetulan satu gol ke gawang Barito lalu dicetak oleh Ferdinand.

“Saya berharap dia bermain konsisten, dan duetnya dengan Reinaldo (Elias Da Costa) lebih maksimal,” tukas Alberts dalam Goal Indonesia.

Kebangkitan Persipura tak lepas dari peran pelatih Wanderley Junior. Menangani “Mutiara Hitam” dalam empat laga, pelatih asal Brasil itu menghadirkan dua kemenangan dan dua kali imbang.

Kemenangan 2-0 nan terbaru diraih di kandang tim kuat Arema FC (16/7). Pelatih 52 tahun ini mengaku tak banyak mengubah situasi di Persipura kecuali hanya mengembalikan kegembiraan dan rasa santai (enjoy) pada skuat (h/t Bola.com).

“…saya mengembalikan karakter yang lama dan tim bisa kembali ke jalur yang terbaik,” imbuh pelatih yang biasa disapa Peo itu kepada Bola.net.

Selepas ini, Persipura akan menjamu PS TNI (pekan 16) dan bertandang ke Palembang untuk meladeni Sriwijaya FC (pekan 17). Wanderley tak cukup khawatir karena Persipura telah kembali seperti semula.

“Kita kembalikan lagi kegembiraan itu dan permainan Persipura kembali seperti samba ala Papua,” tukasnya. (***Hedi Novianto)

Sumber: beritagar.id

 

Advertisement