Pemilik Ulayat Ingatkan Pelindo Merauke Tak Libatkan TNI

Pemilik Ulayat Ingatkan Pelindo Merauke Tak Libatkan TNI

Foto bersama Kepala Pelindo Cabang Merauke bersama pemilik hak ulayat Pelabuhan Merauke

Metro Merauke – Perwakilan pemilik tanah ulayat area Pelabuhan Merauke, Papua, Hengky Ndiken bersama dua orang lainnya menemui Kepala Pelindo Cabang Merauke, Muhajir Djurumiah, Selasa (18/7).

Kehadiran Hengky Ndiken dan rekannya, meminta pihak Pelindo menghentikan sementara pengerjaan perpanjangan dermaga pelabuhan lantaran belum ada kata sepakat terkait sengketa tanah ulayat area pelabuhan.

Perwakilan pemilik ulayat juga mendesak pihak PT Pelindo tidak melibatkan anggota TNI  dalam pengamanan kegiatan di pelabuhan, karena dinilai itu adalah domain Polsek KP3 Laut.

“Kami memberikan waktu sepekan kedepan untuk dilakukan komunikasi bersama pihak Syahbandar Pelabuhan Merauke dan komponen terkait lain, termasuk pemerintah agar dilakukan pertemuan khusus bersama masyarakat pemilik hak ulayat,” kata Hengky saat tatap muka di ruang kerja kepala Pelindo Merauke.

Ia mengatakan, jika batas waktu yang diberikan tak digubris, pemilik ulayat akan menggembok pintu masuk pelabuhan dan tak boleh ada aktivitas bongkar muat. Kapal penumpang maupun kapal barang, tidak akan diperbolehkan melakukan aktivitas di dalam area pelabuhan.

“Saya akan memobilisasi massa menduduki area pelabuhan. Sebagai penanggungjawab dan pemilik ulayat tanah pelabuhan, saya sudah siap dengan segala resikonya,” tegasnya.

Menurutnya, selama ini pemerintah dan PT Pelindo terkesan diam. Tidak merespon dengan sungguh-sungguh tuntutan ganti rugi pemilik ulayat. Pemilik ulayat beberapa waktu lalu sebenarnya akan melakukan aksi. Namun karena bertepatan dengan bulan Ramadan, sehingga tidak ada aksi.

“Jadi sekarang kami akan melakukannya jika permintaan dialog dengan beberapa komponen tak digubris,” ujarnya.

Kepala Pelindo Cabang Merauke, Muhajir Djurumiah mengaku, selama ini pihaknya tidak tinggal diam, sudah melakukan berbagai upaya, termasuk berkoordinasi dengan pemerintah maupun pemangku kepentingan lain di pelabuhan.

“Saya meminta kepada Pak Hengky bersabar, sambil kami berkomunikasi kembali. Hari ini juga, saya akan menemui Kepala Keshyabandaran Pelabuhan Merauke menyampaikan persoalan yang diutarakan pemilik hak ulayat,” kata Muhajir. (LKF/Arjuna)

Advertisement