Danlantamal XI Pimpin Pencarian Korban Speedboat Naas

Danlantamal XI Pimpin Pencarian Korban Speedboat Naas

Tim SAR Lantamal XI Merauke yang melakukan pencarian korban speedboat yang tenggelam di laut Kondo, Merauke, Papua

Metro Merauke – Komandan Lantamal XI Merauke, Papua, Brigjen TNI (Mar) Bambang Sutrisno memimpin Tim SAR Lantamal XI melakukan pencarian terhadap korban speedboat naas yang terbalik dan tenggelam di sekitar laut Kondo Kabupaten Merauke, Rabu (12/07).

Dalam pencarian, Sabtu (15/7), rombongan berangkat dari Dermaga Navigasi menuju lokasi menggunakan KAL Mulga dan Sea Rider 03. Pencarian dilakukan Tim SAR Lantamal XI dengan menyusuri Laut Arafura, Merauke hingga ke suar terluar selama kurang lebih empat jam.

Namun upaya itu tidak membuahkan hasil. Tim hanya menemukan baju pelampung warna orange yang mengambang di alur depan Pantai Lampu Satu.

Speedboat Lima Muda berangkat dari Merauke dengan mengangkut 10 orang pekerja proyek Posal Torasi dan seorang juru mudi. Naas, ditengah perjalanan speedboat terbalik kemudian tenggelam.

Hingga kini Tim SAR Gabungan Lantamal XI dan Basarnas baru berhasil menemukan tiga orang korban. Seorang diantaranya dalam kondisi selamat dan dua lainnya meninggal dunia.

“Satu orang selamat atas nama Mulyadi dan orang yang ditemukan meninggal dunia yakni Wempi Torted, dia adalah pengemudi speedboat dan Eko Hari Prasetyo,” kata Brigjen TNI (Mar) Bambang Sutrisno, Sabtu (15/7).

Menurutnya, korban yang selamat kini dalam perawatan medis di UGD Rumah Sakit Angkatan Laut Merauke. Ia mengalami luka bakar di bagian dada dan perut.

Tim SAR akan terus melakukan pencarian korban lainnya secara maksimal. Namun proses pencarian terkendala cuaca di laut yang kurang bersahabat. Begitu pula pencarian melalui jalur darat, Tim SAR terkendala kondisi medan.

“Mobil maupun sepeda motor tidak dapat menembus pantai karena ada jembatan rusak dan tidak bisa di lewati mobil, sehingga Tim SAR melakukan pencarian dengan dengan berjalan kaki,” ujarnya.

Namun katanya, medan yang dilalui cukup berat karena kebanyakan rawa dan jalan berlumpur. Akibatnya, Tim SAR tidak mampu meneruskan pencarian hingga ke pesisir Pantai Kondo.

“Semoga kita diberikan kemudahan dalam proses pencarian korban lainnya yang belum ditemukan. Kepada keluarga korban, terus berdoa dan tetap bersabar,” katanya. (Getrudis/Arjuna)

Advertisement