Penyuluhan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara di Perbatasan RI

Penyuluhan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara di Perbatasan RI

Penyuluhan kesadaran berbangsa dan bernegara kepada siswa baru SMA Santo Yoseph, Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, Papua, Jumat (14/7).

Metro Merauke – Satgas Pamtas Yonif 405/Surya Kusuma yang bertugas. menjaga perbatasan darat RI-PNG, di Kabupaten Boven Digoel, Papua memberikan penyuluhan kesadaran berbangsa dan bernegara kepada siswa baru SMA Santo Yoseph, Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, Jumat (14/7).

Puluhan siswa didampingi kepala sekolah dan guru, penuh semangat dan antusias mengikuti penyuluhan yang disampaikan Wadansatgas Yonif 405/SK, Kapten Inf Eko Novianto Beslar.

Dalam penyuluhan itu, siswa mendapat penjelasan makna kesadaran berbangsa dan bernegara adalah individu yang hidup dan terikat oleh kaidah dalam naungan NKRI.

Mempunyai sikap, perilaku diri yang tumbuh dari kemauan diri, dilandasi kerelaan bertindak dan berkorban demi kemajuan bangsa dan negara.

“Perilaku atau sikap kesadaran berbangsa dan bernegara di lingkungan sekolah antara lain, menghargai perbedaan suku, agama dan status sosial antar teman. Sadar akan kepentingan menuntut ilmu demi masa depan bangsa dan negara, mematuhi peraturan sekolah dan ikut mewujudkan kebijakan pemerintah,” katanya, Jumat (14/7).

Menurutnya, sebagai generasi muda, mempunyai tugas yaitu tetap menjaga pancasila dan UUD 1945 serta menjalankan amanat yang terkandung didalamnya.

“Bukan hanya mengetahui dan menghafalnya saja, akan tetapi mengimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Kepala Sekolah SMA Santo Yoseph, Yoseph Jorolan mengapresiasi dan berterimakasih kepada Satgas Yonif 405/SK yang telah memberikan penyuluhan kesadaran berbangsa dan bernegara di sekolah yang dipimpinnya.

Ia berharap kerjasama ini terus terjalin, demi bersama-sama memajukan anak bangsa di wilayah Kabupaten Boven Digoel. (Getrudis/Arjuna)

Advertisement