Wacana Memulangkan Orang ke Daerah Asal Perlu Dikaji

Wacana Memulangkan Orang ke Daerah Asal Perlu Dikaji

Ilustrasi Minol Lokal yang Disita

Metro Merauke – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke, Papua dinilai perlu mengkaji kembali wacana memulangkan pembuat dan penjual minuman beralkohol (minol) ke daerah asalnya.

Wakil Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Merauke, Albert Mouywen mengatakan, meski mendukung wacana itu, namun ia menilai, tidak bisa memulangkan orang begitu saja ke daerah asalnya jika kedapatan memproduksi dan menjual minol lokal jenis sopi.

“Saya sependapat dengan pernyataan Bupati Merauke, Frederikus Gebze memulangkan orang ke kampung halaman. Tetapi tidak serta merta dilakukan begitu saja. Jika ada yang ditemukan, sebaiknya diberikan pembinaan terlebih dahulu,” katanya kepada Metro Merauke Kamis (13/7).

Menurutnya, jika seseorang sudah berulangkali tertangkap memproduksi atau menjual minol lokal, barulah yang bersangkutan dirikim pulang ke kampung halamannya.

“Ini karena justru dengan sopi yang dijual, banyak yang bisa membeli mengingat harganya murah,” ujarnya.

Katanya, banyak kasus kriminalitas terjadi dimana-mana disebabkan orang mabuk akibat mengkonsumsi minol.

Ia menyarankan digelar patroli dan operasi rutin. Dengan begitu, orang akan takut memproduksi dan menjual minol lokal.

“Saya mendukung penerapan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2014 dengan menyeret para pelaku untuk diproses sampai ke Pengadilan Negeri Merauke,” ucapnya. (LKF/Arjuna)

Advertisement