Legislator Merauke: Memulangkan Orang Bukan Solusi Berantas Minol

Legislator Merauke: Memulangkan Orang Bukan Solusi Berantas Minol

Anggota DPRD Kabupaten Merauke, Papua, Hengky Ndiken

Metro Merauke – Anggota DPRD Kabupaten Merauke, Papua, Hengky Ndiken tidak sependapat warga yang kedapatan memproduksi minuman beralkohol (minol) lokal akan dipulangkan ke daerah asalnya, seperti kata bupati setempat, Frederikus Gebze.

“Terus terang, saya tidak sependapat dengan pernyataan Pak Bupati Freddy yang akan mengusir orang keluar dari Merauke, karena memproduksi dan menjual minol lokal jenis sopi,” kata Hengky kepada Metro Merauke, Senin (10/7).

Ia mempertanyakan bagaimana jika yang kedapatan memproduksi dan menjual minol lokal adalah orang Malind, salah satu suku asli di Kabupaten Merauke. “Kira-kira mereka mau usir kemana? Ini yang harus dipertimbangkan dengan baik,” ujarnya.

Ia menyebut, solusi paling tepat dan lebih bijaksana, ketika ditemukan orang memproduksi dan menjual minol, diberikan modal mengembangkan usaha lain.

“Ya, selama ini orang memproduksi dan menjual minol lokal, karena  mungkin tak ada lapangan pekerjaan. Mereka menekuni pekerjaan itu, semata-mata agar bisa menafkahi keluarga,” katanya.

Sebelumnya, Bupati Merauke, Frederikus Gebze beberapa mengatakan, jika ditemukan warga memproduksi dan menjual minol akan dilaporkan, diamankan dan dipulangkan ke kampung halamannya.

“Saya minta satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terus melakukan operasi penertiban miras secara menyeluruh. Pemerintah akan menyiapkan anggaran khusus dalam APBD perubahan 2017 untuk memulangkan orang yang kedapatan menjual sopi,” kata Bupati Freddy kala itu. (LKF/Arjuna)

Advertisement