Satgas Yonif 310/KK Gelar Berbagai Bakti Sosial

Satgas Yonif 310/KK Gelar Berbagai Bakti Sosial

Personel Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 310/Kidang Kancana (KK) Bersama Masyarakat Kampung Mutimangge, Rawa Bastop, Distrik Jair, Kabupaten Boven Digoel, Papua

Metro Merauke – Personel Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 310/Kidang Kancana (KK) yang dipimpin Wadan Satgas, Kapten Inf Ardhi Sazli Joenoes melaksanakan berbagai bakti sosial selama bertugas di Kampung Mutimangge, Rawa Bastop, Distrik Jair, Kabupaten Boven Digoel, Papua belum lama ini.

Sejumlah bakti sosial itu yakni meresmikan prasarana belajar (rumah pintar) yang sebelumnya telah direhab oleh anggota Pos Rawa Bastop, pemberian bantuan sebuah lemari buku, 15 buah meja belajar anak-anak, sebuah papan tulis, 100 buku dan alat tulis, lima kotak kapur tulis, 50 buku bacaan anak, sebuah bola voli dan perlengkapannya, satu rol karpet dan bantuan sembako.

Kapten Inf Ardhi Sazli Joenoes mengingatkan masyarakat Kampung Mutimangge untuk bekerjasama menjaga dan merawat sarana prasarana belajar yang sudah ada, agar dapat bermanfaat terhadap anak-anak.

“Kedepannya anak-anak Kampung Mutimangge dapat berpartisipasi dalam pembangunan daerah, serta dapat bersaing dengan anak-anak dari daerah lainnya,” katanya, Sabtu (8/7).

Sementara Ketua Adat, Jhon yang mewakili masyarakat Kampung Mutimangge berterimakasih kepada Satgas Yonif 310/KK terhadap kepedulian dan bantuan kepada warga kampung.

Kampung Mutimangge adalah kampung terdepan yang terdekat dengan perbatasan RI-Papua New Guinea. Pintu masuk menuju Kampung Mutimangge adalah Pos Rawa Bastop. Kampung itu hanya dapat ditempuh dengan menggunakan speedboat melintasi rawa selama kurang lebih 45 menit.

Kampung kecil yang berada ditengah rawa dengan luas kurang lebih 1000 meter persegi itu, memiliki penduduk 109 jiwa. Mata pencaharian masyarakat setempat adalah nelayan. Masyarakat asli Kampung Mutimangge merupakan warga Kampung Kweem di Negara PNG. Namun kebutuhan hidup yang sulit, sejak dibukanya Pasar Bastop di wilayah Indonesia, sebagian penduduk Kampung Kweem pindah ke wilayah Indonesia.

“Belum ada fasilitas kesehatan dan pendidikan yang memadai di kampung Mutimangge. Selain itu tidak ada sumber listrik, sulitnya air bersih, tidak ada MCK, tidak ada tempat ibadah dan sulitnya mendapatkan BBM untuk bahan bakar speedboat,” ucapnya.

Pihaknya berharap, dengan kegiatan yang dilakukan satgas, Pemerintah Daerah Kabupaten Boven Digoel dapat memperhatikan kesejahteraan masyarakat Kampung Mutimangge. (Getrudis/Arjuna)

Advertisement