Kolaborasi Reportase Investigasi,  Strategi Membongkar Masalah

Kolaborasi Reportase Investigasi, Strategi Membongkar Masalah

Suasana Pelatihan Jurnalisme Investigasi yang Diselenggarakan PT Jujur Bicara, perusahaan media (Koran Jubi dan tabloidjubi.com) di Kota Jayapura, Papua bekerjasama dengan Tempo Institute (Majalah Tempo, Koran Tempo dan tempo.co), Sabtu (8/7)

Metro Merauke – Redaktur desk investigasi Majalah Tempo, Rusman Parabuec menyatakan, salah satu strategi ampuh membongkar ketika ada kasus atau masalah di daerah, dengan melakukan kolaborasi reportase investigasi media nasional dan media di daerah.

Ia mengatakan hal tersebut ketika hadir sebagai pemateri dalam pelatihan reportase investigasi yang diikuti jurnalis berbagi media di Kota Jayapura. Pelatihan ini merupakan kerjasama PT Jujur Bicara, perusahaan media (Koran Jubi dan tabloidjubi.com) di Kota Jayapura, Papua dengan Tempo Institute (Majalah Tempo, Koran Tempo dan tempo.co) dari Jakarta.

Pelatihan yang digelar, Sabtu-Minggu (8-9 Juli 2017) di salah satu hotel di Kota Jayapura itu, juga menghadirkan pemateri lainnya, Wahyu Dhyatmika, redaktur eksekutif Majalah Tempo.

“Kami sejak awal berpikir bekerjasama dengan semua media di Indonesia. Banyak masalah di daerah tidak cukup hanya disuarakan media nasional, tapi kolaborasi dengan media lokal. Kami sudah melakukan itu dengan media internasional di Malaysia dan Thailand dan itu lebih efektif,” kata  Rusman Parabuec, Sabtu (8/7).

Di tempat yang sama, Wahyu Dhyatmika mengatakan, dengan kolaborasi investigasi, resiko hukum yang kemungkinan muncul akibat liputan investigasi, akan ditanggung bersama media yang terlibat.

“Kalau ada gugatan, bisa dialihkan ke Jakarta dan konfirmasi dilakukan di Jakarta, karena kalau di daerah resikonya lebih besar,” ujar Wahyu.

Selain itu lanjut dia, jika ada wartawan media di daerah yang terlibat dalam reportase investigasi bersama merasa terancam, identitasnya dalam penulisan berita hasil liputan dimungkinkan tidak dicantumkan.

“Namun tentunya ada standar-standar verifikasi dalam investigasi yang sudah kami terapkan selama ini, sehingga kami jarang kalah di pengadilan dan meminta maaf ketika masalah itu dibawa keranah hukum dan dewan pers,” ucapnya.

Selain itu kata dia, waktu liputan investigasi sedianya tidak terbatas. Liputan akan berakhir ketika tuduhannya terbukti. Jika dalam batas waktu yang ditentukan, tuduhan yang mendasari dilakukannya liputan investigasi tak terbukti, hasil reportase tidak boleh dimuat.

“Ini untuk menghindari gugatan atau reaksi dari orang yang kita tuduh, kalau tidak terbukti,” katanya. (Arjuna)

Advertisement