DPRD, Kadinkes dan Dirut RSUD Merauke Bahas Berbagai Masalah

DPRD, Kadinkes dan Dirut RSUD Merauke Bahas Berbagai Masalah

Pertemuan DPRD Merauke, Papua dengan Kepala Dinas Kesehatan dan Direktur RSUD Merauke, Rabu (5/7)

Metro Merauke – Pihak DPRD Kabupaten Merauke, Papua mengundang pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan (kadinkes) dan Direktur RSUD Merauke membahas berbagai hal yang menjadi temuan dewan dan dikeluhkan masyarakat, Rabu (5/7).

Pertemuan yang dipimpin Ketua DPRD Merauke, Fransiskus X. Sirfefa dan dihadiri anggota DPRD itu membahas pelayanan kesehatan yang belum maksimal di berbagai kampung.

Masih banyak petugas kesehatan di puskesmas dan pustu tidak berada di tempat tugas. Ada fasilitas kesehatan yang dibangun namun tidak dimanfaatkan. Masyarakat kesulitan mendapat pelayanan kesehatan dan obat-obatan, sementara di kota terjadi penumpukan tenaga medis.

“Kami memanggil bapak, ibu untuk membahas semua persoalan yang kami temukan, maupun yang dilaporkan masyarakat tentang kesehatan,” kata Sirfefa ketika membuka pertemuan di ruang rapat DPRD Merauke.

Kebersihan di RSUD Merauke, juga menjadi pembahasan. Terkadang terjadi penumpukan pasien dalam satu ruangan.

“Keluhan ini jangan terulang lagi ditahun berikutnya, supaya kita tidak membahas masalah yang sama dari tahun ke tahun,” ujar salah satu anggota dewan, Tarsisius.

DPRD setempat ingin RSUD Merauke memiliki peralatan medis memadai supaya pasien tidak lagi berobat ke dokter praktek. Ketika masyarakat berobat ke dokter praktek, kartu BPJS Kesehatan mereka tidak berlaku dan semua biaya berobat harus ditanggung pasien.

Menanggapi berbagai penyampaian pihak legislatif, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Merauke, Adolf Bolang mengatakan, kendala utama yang dihadapi, minimnya dokter yang mau ditempatkan di wilayah pedalaman.

“Banyak yang datang melamar ke dinas, kami menempatkan mereka di pedalaman, selanjutnya tidak muncul-muncul,” ucapnya.

Mengenai masalah obat-obatan kata dia, disebabkan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun sebelumnya belum dicairkan.

“Tahun ini, obat sudah dipesan melalui pihak ketiga, namun masih terkendala distributor karena tahun sebelumnya belum terbayarkan,” ujar Bolang.

Pengiriman obat ke wilayah pedalaman lanjut dia, juga terhambat transportasi terutama saat cuaca ekstrim. Pihaknya berharap, Dinas Perhubungan dapat membantu agar setiap sebulan sekali ada kapal perintis berlayar ke Distrik terluar seperti Distrik Waan.

“Kedepan, diupayakan petugas kesehatan ditempat di seluruh pustu dan puskesmas. Jika ada yang ingin masuk sekolah kesehatan, dibuatkan pernyataan siap ditempatkan dimana saja,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Direktur RSUD Merauke, Navil Muskita memberikan jawaban terkait kebersihan di rumah sakit yang dipimpinnya.

Ia mengatakan, jumlah tenaga kebersihan dan securiti sangat terbatas. Perlu anggaran lebih untuk penambahan petugas kebersihan dan securiti. Selain itu, masyarakat dan pasien harusnya tertib menjaga kebersihan dan keamanan barang milik mereka.

“Jumlah sampah sangat banyak, tetapi mobil pengangkut sampah hanya datang sekali mengangkut sampah. Sisanya dibawa angin sehingga tercecer,” kata Muskita.

Harusnya lanjut dia, dua hingga tiga kali mobil sampah mengangkut sampah dari rumah sakit.

Mengenai obat, ia menyebut masih terkendala proses administrasi. Namun pihaknya sudah bekerjasama dengan Apotek Kimia Farma guna mengatasi kehabisan obat. Hanya saja, butuh proses pengiriman.

Terkait keluhan masyarakat mengenai biaya mobil jenazah di RSUD kata dia, itu karena mobil jenazah tidak dibiayai BPJS atau asuransi, sementara pihak rumah sakit harus membayar retribusi dan ada target pendapatan yang wajib disetorkan.

“Sehingga setiap yang memakainya harus membayar, selain untuk bahan bakar juga untuk membayar retribusi kendaraan. Kami tidak berniat melakukan pungutan liar tanpa ada alasan jelas.”

Pada akhir rapat dengar pendapat, ditekankan perlunya dukungan dan koordinasi antara instansi, SKPD serta dewan, ketika mengalami berbagai kesulitan dapat segera dicarikan solusi dan secepatnya diselesaikan bersama. (Getrudis/Arjuna)

Advertisement