Kafe Ini Tawarkan Sarapan Sambil Main dengan Tikus

Kafe Ini Tawarkan Sarapan Sambil Main dengan Tikus

Banyak orang yang rela merogoh kocek untuk sarapan sambil ditemani tikus di kafe ini

Metro Merauke – Tikus seringkali dianggap sebagai hewan yang menjijikkan dan pengganggu karena dapat merusak perabotan rumah tangga, serta dikenal sebagai pembawa wabah pes.

Namun beberapa visioner di San Francisco menganggap hewan pengerat tersebut merupakan inspirasi untuk membuka sebuah Kafe baru yang dinamakan The Rat Cafe atau Kafe Tikus.

Kafe pop-up yang dibuka pada akhir pekan lalu ini menawarkan kesempatan kepada pengunjung untuk menikmati sarapan dengan kue kering, kopi dan teh, dan bermain dengan beberapa ekor tikus di kafe tersebut.

Bertempat di The San Francisco Dungeon, sebuah objek wisata mendalam yang membawa pengunjung dalam perjalanan melewati masa lalu kota yang gelap dari Alcatraz hingga Gold Rush. Sarapan pagi seharga 50 dolar AS disediakan setelah para staf menceritakan wabah pes yang terjadi pada awal abad ke-20.

“Kami menceritakan tentang wabah (bubonic) di San Francisco dan kami benar-benar berpikir kami ingin melakukan sesuatu yang istimewa untuk musim panas ini,” kata Matthew Gunter pengelola The Dungeon.

Kafe Tikus | Foto: Liputan6

“Kami membawa tikus ke kehidupan nyata, memberi para tamu yang datang mendapat kesempatan untuk berinteraksi dengan tikus, tentu saja tikus yang bebas dari wabah penyakit,” kata Gunter menambahkan.

Puluhan orang rela merogoh kocek mereka untuk menghadiri salah satu dari dua sesi sarapan di mana mereka bisa berinteraksi dengan sekitar enam sampai delapan tikus sambil menikmati makanan. Pengelola The Dungeon mengatakan, ke depannya da akan membuat sesi sarapan menjadi lebih banyak.

Krissi Reeves, juru bicara Dungeon, mengatakan tiket untuk 1 dan 8 Juli sudah terjual habis dalam waktu kurang dari satu jam.

“Tikusnya sangat lucu. Saya pikir pengunjung akan menyukai tikus dan tidak terlalu takut,” katanya.

Tikus tersebut disediakan oleh Rattie Ratz, seorang nirlaba California yang membantu menempatkan tikus peliharaan di rumah.

“Tikus suka dibelai dan disayang. Mereka lebih menyayangi daripada hewan kecil yang saya tahu,” kata Jennifer Girgar dari organisasi tersebut.

Rat Cafe dibuka di tengah tren kafe kucing yang sedang booming di beberapa wilayah Asia dan bahkan Amerika Serikat dan Eropa, di mana pengunjung menyesap minuman yang dikelilingi oleh kucing yang sering tersedia untuk diadopsi. (Michelle Tania)

Sumber: Liputan6

Advertisement