Pupuk Organik dari Limbah Kayu Disosialisasikan di Perbatasan RI-PNG

Pupuk Organik dari Limbah Kayu Disosialisasikan di Perbatasan RI-PNG

Sosialisasi Pembuatan Pupuk Organik dari Limbah Kayu di Kampung Osso, Distrik Mindiptana, Kabupaten Boven Digoel, Papua

Metro Merauke – Pemanfaatan limbah kayu sebagai pupuk organik disosialisasikan di Kampung Osso, Distrik Mindiptana, Kabupaten Boven Digoel, Papua yang merupakan perbatasan RI-Papua Nugini (PNG), Senin (3/7).

Sosialisasi dilakukan anggota Pos Kotis Satgas Yonif 405/Surya Kusuma yang bertugas di wilayah itu.

Salah satu anggota Pos Kotis Satgas Yonif 405/SK, Serda Edi Setiawan mengatakan, Kabupaten Boven Digoel memiliki struktur tanah kurang subur untuk bercocok tanam. Akibatnya, hasil pertanian masyarakat tidak maksimal.

Alasan inilah yang membuat pihaknya berupaya mencari solusi dan melakukan ujicoba memanfaatkan limbah kayu (serbuk gergaji kasar) yang telah dijadikan arang, dikombinasikan dengan kotoran kambing diolah menjadi pupuk organik.

“Ujicoba pupuk tersebut untuk memupuk sayuran yang ditanam di sekitar Pos Kotis. Hasilnya terbukti dapat menyuburkan sayuran,” katanya, Senin (3/7).

Berdasarkan hasil ujicoba itu, ia berani mensosialisasikan cara pembuatan pupuk organik dengan proses pembakaran limbah kayu, pengayakan tanah dicampur kotoran kambing, hingga cara penggunaanya.

“Lebih dari 60 orang warga Kampung Osso hadir di pelataran Pos Kotis Satgas Yonif 405/SK untuk mengikuti sosialisasi. Masyarakat juga dapat melijat langsung tanaman yang ditanam di kebun Pos Kotis,” ujarnya.

Katanya, masyarakat menyambut baik sosialisasi itu, apalagi ini pertama kalinya Satgas Pengaman Perbatasan (Satgas Pamtas) melakukan sosialisasi pembuatan pupuk organik.

Terpisah, Komandan Satgas Yonif 405/SK, Letkol Inf Diantoro mengatakan, anggotanya akan terus berupaya membantu setiap kesulitan masyarakat di berbagai bidang. Salah satunya mengadakan sosialisasi pembuatan pupuk organik dengan memanfaatkan limbah kayu.

”Ini dapat membantu masyarakat menekan biaya perawatan tanaman. Disamping itu, apabila masyarakat mampu memproduksi pupuk organik dan dijual ke pasar, akan dapat menambah penghasilan,” katanya. (Getrudis/Arjuna)

Advertisement