Kapolda Papua Perintah Kapolres Tindak Tegas Provokator Bentrok Puncak Jaya

Kapolda Papua Perintah Kapolres Tindak Tegas Provokator Bentrok Puncak Jaya

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal | Foto: Cholid

Metro Merauke – Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar memerintahkan Kapolres Kapolres Puncak Jaya memberikan tindakan tegas kepada oknum-oknum yang diduga provokator konflik yang terjadi di Puncak Jaya antara massa pendukung dari masing masing pasang Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Puncak Jaya, Minggu (2/7) pagi, hingga memakan korban jiwa dan pembakaran terhadap rumah serta kendaraan milik warga.

Hal ini di sampaikan Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (3/7) siang. Hingga saat ini pihaknya sudah melakukan tindakan penyidikan dan penyelidikan guna mengungkap siapa dalang di balik penyerangan tersebut.

“Informasi yang kami dapat prosesnya masih didalami. Yang pasti bahwa Kapolda Papua memerintahkan Kapolres untuk bertindak keras, maka dari itu kami masih mencari bukti bukti pentunjuk untuk melakukan penangkapan terhadap para provokator tersebut,” Kata Kamal.

Mantan Kapolres Halmahera Selatan, Maluku Utara ini pun menuturkan rencananya Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar beserta rombongan pejabat utama Pol Papua dan Wakil Gubernur Provinsi Papua, Klemen Tinal akan turun ke Kabupaten Puncak Jaya guna memantau langsung kondisi pasca konfilk.

“Besok Kapolda, Wagub dan beberapa pejabat utama Polda Papua akan turun langsung di Puncak Jaya dan rencananya Karo Ops Polda Papua bersama Dir Intel Polda Papua akan standby beberapa hari ke depan di Puncak Jaya guna memantau langsung kondisi di sana,” pungkasnya.

Sementara itu terkait dengan penambahan personil keamanan pasca konflik antar massa pendukung calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Puncak Jaya, Kamal menuturkanm tidak ada penambahan personil, baik dari BKO Polda Papua serta jajaran polres terdekat.

“Personil Polres Puncak Jaya dan BKO Brimob yang ada serta dibantu rekan-rekan TNI sudah cukup sehingga tidak ada lagi penambahan pasukan, namun apabila kondisi memang tidak memungkinkan, maka tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan dan penebalan pasukan,” tuturnya. (Cholid)

Sumber: Wartaplus

 

Advertisement