Jangan Ada Pungli Ketika Pendaftaran Siswa Baru

Jangan Ada Pungli Ketika Pendaftaran Siswa Baru

Ilustrasi Siswa SMP yang akan Mendaftar ke Masuk ke SMA

Metro Merauke – Ketua Fraksi Golkar DPR Papua yang juga anggota Komisi V DPR Papua bidang pendidikan, Ignasius Mimin mengingatkan pihak sekolah mulai dari SD hingga SMA agar tidak memungut biaya ketika pendaftaran siswa baru.

Ia mengatakan, aturan pendidikan di Papua sudah jelas, DPR Papua juga selalu bicara sampai membuat aturan keberpihakan kepada orang asli Papua dalam dunia pendidikan.

“Saya sarankan dinas P dan P Provinsi Papua harus melihat ini begitu juga para kepala daerah. Dana 80 persen ke kabupaten itu untuk pendidikan. Tidak lagi harus dipungut biaya, dinas terkait dan kepala daerah harus mengecek,” katanya, Senin (3/7).

Menurutnya, banyak keluhan masyarakat diawal tahun ajaran baru, ketika siswa akan mendaftar, uang pendaftaran terlalu mahal. Kalau sudah seperti ini, bagaimana orang yang tidak mampu bisa bersaing.

“Dana Otsus itu sudah jelas. Jadi stop pungli dengan alasan apapun. Dana sudah ada jelas. Kalau ada panitia yang memungut biaya, dinas harus menegur dan menindak. SD, SMP dan SMA bebas biaya. Jangan lagi ada pungutan dengan alasan apapun,” ujarnya.

Katanya, kalau calon berasal dari keluarga mampu, tentu tidak masalah, tapi kalau calon siswa itu berasal dari keluarga ekonomi lemah, bagaimana mungkin bisa membayar uang pendaftaran yang cukup besar.

“Dana untuk pendidilkan dari Otsus harus digunakan baik-baik. Kepala daerah harus tegas. Bupati harus melihat itu dan sekolah yang memungut ditindak tegas,” katanya.

Ia menambahkan, 80 persen dana Otsus ke kabupaten. Didalamnya terdapat dana untuk pendidikan, agar pendidikan terarah dengan baik. Jika ada sekolah yang memungut biaya, harus disanksi. Dari tahun ke tahun ada pungutan. (Arjun)

Advertisement