Harry Ndiken Sebut HIPAPS untuk Memajukan Pengusaha OAP

Harry Ndiken Sebut HIPAPS untuk Memajukan Pengusaha OAP

Ketua HIPAPS Merauke, Papua, Harry Ndiken

Metro Merauke – Ketua Himpunan Pengusaha Asli Papua Selatan (HIPAPS), Harry Ndiken menyatakan kehadiran organisasi itu untuk menaungi dan memperjuangan pengusaha orang asli Papua (OAP) agar bisa mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah dalam tender setiap paket proyek.

“Kami menggagas dan membentuk wadah ini, semata-mata karena pengusaha asli Papua tak pernah maju. Dari bupati ganti bupati, tak pernah ada perhatian baik terhadap pengusaha asli Papua,” katanya, Senin (3/7).

Selama ini, katanya, pengusaha asli Papua hanya mendapatkan paket proyek dibawah kisaran Rp500 juta. Proyek dengan nilai Rp1 miliar lebih, pengerjaannya didominasi non Papua. Kondisi ini seakan menggambarkan adanya diskriminasi.

“Saya ini orang asli Papua dan bisa mengerjakan proyek miliaran rupiah. Kenapa pengusaha asli Papua lain tak diberikan proyek dengan nilai begitu,” ujarnya.

Disaat pengusaha asli Papua hanya mendapatkan paket dengan nilai dibawah Rp500 juta lanjut dia, masih ada “siluman” ikut bermain. Siluman yang ia maksud adalah oknum ASN di OPD yang memanfaatkan perusahan asli Papua. “Mengambil proyeknya dan mendapatkan keuntungan,” imbuhnya.

Untuk proyek APBN kata Harry, pada 2015, nilanya sebesar Rp10 miliar dan dikhususkan untuk pengusaha asli Papua. “Kami mengatur dan membagi paket pekerjaan secara merata,” ucapnya.

Pada 2016, tak ada proyek lantaran anggaran dipotong. Khusus tahun ini, ada sebanyak 13 paket dengan nilai pekerjaan Rp400 juta ke bawah. Itupun sudah dibagikan dan sedang dalam proses penyelesaian pekerjaan.

“Kami berterimakasih kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Jakarta, karena surat dari HIPAPS direspon baik untuk pembarian proyek kepada pengusaha asli Papua,” katanya. (LKF/Arjuna)

Advertisement