Perahu tenggelam, 20 jemaat gereja Papua ditolong nelayan kepiting

Perahu tenggelam, 20 jemaat gereja Papua ditolong nelayan kepiting

Ilustrasi | Kapal Tenggelam

Metro Merauke – Tim SAR Timika mengevakuasi 20 penumpang perahu motor yang tenggelam di Sungai Ipaya, Mimika Barat ke Timika, Selasa (27/6). Dilansir Antara, Kepala Kantor SAR Timika Mahfud mengatakan, para penumpang perahu motor itu merupakan jemaat Gereja GKI Via Dolorossa Timika.

Pada Senin (26/6) pagi, mereka bertolak dari Pelabuhan milik Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) di kawasan Pelabuhan Paumako, Distrik Mimika Timur. Mereka hendak menuju Uta di Distrik Mimika Barat Tengah untuk menggelar kegiatan bakti sosial.

Perahu yang mereka tumpangi dengan panjang 12 meter dan lebar dua meter yang merupakan bantuan dari Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Mimika awalnya mengalami kebocoran pada lambungnya karena mengenai tonggak kayu.

“Kru menyumbat robekan pada perahu tersebut dengan baju kaos. Namun kaos tersebut terlepas sehingga perahu kemasukan air dan akhirnya tenggelam di Sungai Kampung Ipaya pada Senin petang sekitar pukul 16.30 Wit. Kami baru menerima laporan kejadian itu pada Senin malam sekitar pukul 19.00 Wit,” jelas Mahfud.

Pada Selasa pagi, SAR Timika mengerahkan puluhan personel menggunakan sebuah perahu cepat 12 meter dan dua perahu karet bergegas menuju ke Ipaya. Setiba di Ipaya, tim SAR Timika menemukan 20 penumpang perahu motor yang tenggelam itu sudah berada di kampung setelah ditolong oleh nelayan dengan perahu lain.

“Informasinya, mereka diselamatkan oleh perahu lain milik pengusaha kepiting saat perahu yang mereka tumpangi mulai tenggelam ke dasar sungai. Seluruh penumpang selamat, 20 orang di antaranya sudah kami bawa ke Timika, sedangkan empat penumpang lainnya memang tujuannya ke Ipaya,” jelas Mahfud.

Dalam dua pekan terakhir, SAR Timika sudah tiga kali menangani kasus kecelakaan laut. Dua kasus kecelakaan laut pertama terjadi di perairan Kampus Biru, Distrik Mimika Tengah dan perairan Lampu Merah Muara Pelabuhan Paumako.

Dua nelayan yang mengalami kecelakaan akibat perahu motor terbalik di perairan Kampus Biru dan seorang nelayan yang tenggelam saat kejadian tabrakan dua kapal nelayan di Muara Pelabuhan Paumako hingga kini belum ditemukan dan dinyatakan hilang.(***Wisnoe Moerti)

Sumber: merdeka

 

Advertisement