Harga Pangan Strategis Diklaim Stabil
Ekonomi

Harga Pangan Strategis Diklaim Stabil

Foto | Republika/ Yasin Habibi. Pekerja memilah beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur.

Metro Merauke – Harga pangan strategis seperti beras, gula, minyak goreng, bawang merah, daging sapi, dan cabai stabil karena ketersediaan pasokan yang mencukupi. Bahkan harga bawang putih di semua daerah mengalami penurunan drastis yakni berkisar Rp 18 ribu hingga Rp 19 ribu per kilogram (kg).

Hal tersebut berdasarkan hasil temuan Masyarakat Peduli Pangan Nusantara (Mapan) yang menerjunkan tim di beberapa daerah yakni Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Papua, Sulawesi Selatan guna memastikan secara langsung ketersediaan dan harga pangan selama bulan Ramadhan hingga H-1 Lebaran yang disampaikan melalui siaran resmi, Sabtu (24/6).

Ketua Umum Mapan Wignyo mengatakan, di Lampung, harga beras premium rata-rata Rp 8.250 per kg, harga gula merah stabil di kisaran Rp 14 ribu hingga Rp 16 ribu per kg sedangkan bawang putih Rp 25 ribu per kg. Angka tersebut mengalami penurunan dari harga sebelumnya yang mencapai Rp 40 ribu per kg.

Begitu juga di Palopo dan Maros, Sulawesi Selatan. Ia menjelaskan, harga pangan cukup stabil dengan stok yang tercukupi. Ia mengklaim harga pangan yang dijual sama dengan sebelum Ramadhan. Contohnya, harga beras premium yang ada di angka Rp 8.500 hingga Rp 9 ribu per kg dan gula pasir Rp 12.500 per kg.

“Kemudian di Pasar Congot, Kulonprogo, harga pangan penting relatif stabil,” ujarnya. Harga beras premium, lanjut dia, berkisar Rp 8.000 hingga Rp 9.000 per kg, Rp 18 ribu per kg untuk bawang putih, sementara gula pasir tidak mengalami kenaikan signifikan dibanding sebelum bulan puasa.

Harga stabil juga dialami di Jayapura, Papua. Wignyo mengatakan, harga beras medium yang dijual di provinsi paling timur Indonesia itu berada di kisaran Rp 8.000 hingga Rp 9.000 per kg, minyak curah Rp 13 ribu per liter, minyak kemasan jenis kualitas baik sebesar Rp 16 ribu per liter dan gula pasir yang dijual dengan harga Rp 15 ribu per kg.

“Stabilnya harga di Jaya Pura ini karena selama Ramadhan sampai dengan Lebaran pasokanya terpenuhi. Tidak ada kelangkaan, pedagang mudah sekali mendapatkan pasokan pangan dari pemerintah bahkan dari petani,” katanya.

Menurutnya, ketersediaan pangan yang aman dengan harga stabil selama Ramadhan merupakan kali pertama terjadi dalam sejarah. Sebab, di tahun-tahun sebelumnya lonjakan harga tak terbendung karena pemerintah tidak mampu berhadapan dengan para spekulan. “Terutama di kota-kota besar,” ujar dia.

Namun kini kondisinya berbeda, ia mengatakan dengan terobosan Kementerian Pertanian, para spekulan tersebut dibuat tidak berkutik. Bahkan tidak sedikit yang ditangkap karena melakukan penimbunan stok pangan. Selain itu, adanya upaya mendorong peningkatan produksi pangan strategis secara merata membuat ketersediaan pasokan merata di semua daerah.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, produksi beras diperkirakan 3,8 juta ton, sementara permintaan beras hanya 2,7 juta ton. Itu artinya terdapat sisa sebanyak 979 ribu ton. Jika ditambah dengan stok beras pada Mei sebanyak 14 juta ton, stok beras di bulan Juni mencapai 14,99 juta ton.

Pada Juni ini pun terdapat stok minyak goreng sebanyak 8,24 juta ton, gula pasir 131,4 ribu ton dan bawang merah 68 ribu ton. Demikian juga stok cabai besar sebanyak 29,2 ribu ton, cabai rawit 41,9 ribu ton, daging ayam ras 29,2 ribu ton dan telur ayam sebanyak 220,6 ribu ton.

“Stabilitas pangan pun terwujudkan karena Kementan mampu membangun sinergi dengan semua lembaga pusat hingga daerah. Misalnya Membentuk Satgas Pangan yang dipimpin Polri, sinergi dengan Kemendag,” kata Wignyo.(***Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Nur Aini)

Sumber: republika

 

Post Comment