Kadis Pendidikan Merauke: Jangan Menciptakan Anak Berwatak Guru

Kadis Pendidikan Merauke: Jangan Menciptakan Anak Berwatak Guru

Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan Kabupaten Merauke, Papua, Felix Liem Gebze

Metro Merauke – Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke, Papua, Felix Liem Gebze menegaskan pihaknya menolak program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI mengenai program lima hari sekolah atau delapan jam belajar di sekolah, pukul 07.00-15.00.

“Kalau program itu diterapkan, jangan sampai kita menciptakan anak berwatak guru. Artinya, anak bisa saja bersikap  keras mengikuti jejak guru. Begitu juga kalau guru lembut, anak pasti mengikuti. Karena hampir seharian berada di sekolah,” kata Liem Gebze kepada Metro Merauke, Kamis (22/6).

Dikatakan, dirinya yang berlatar belakang guru tahu persis akan hal itu. Ada tiga elemen yang bertanggungjawab terhadap anak mulai dari pemerintah, keluarga serta masyarakat.

“Perlu digarisbawahi, keluarga adalah pendidik pertama dan utama. Karena disitulah nilai-nilai tata krama dan budaya sopan santun diajarkan orang tua kepada seorang anak. Bagaimana ada waktu duduk bersama anak, kalau sekolah sampai delapan jam,” ujarnya.

Menurutnya, jika setiap kabupaten/kota diberi kesempatan memilih, ia akan menolak. Tetapi kalau diharuskan tetap jalan, diterima meskipun sangat berat.

Namun sebagai konsekwensinya, makan-minum siswa di sekolah harus ditanggung. Begitu juga ada waktu istirahat siang. Tidak bisa memaksanakan anak menerima pelajara selama delapan jam penuh dalam sehari. (LKF/Arjuna)

Advertisement