Bupati Merauke: Terlambat Mendata OAP

Bupati Merauke: Terlambat Mendata OAP

Ilustrasi Orang Asli Papua

Metro Merauke – Rencana Pemerintah Kabupaten Merauke, Papua mendata orang asli Papua (OAP) di wilayah pemerintahannya, tahun ini terbilang terlambat.

Bupati Merauke, Frederikus Gebze mengatakan, pendataan yang bertujuan mengetahui pasti jumlah OAP di wilayah itu terkesan terlambat dilakukan, jika untuk mengejar implentasi program otonomi khusus (Otsus) Papua yang tersisa beberapa tahun lagi.

Meski terkesan terlambat, namun Bupati Freddy menyatakan, pendataan OAP tetap penting. Dengan data yang akurat, dapat mendukung berbagai program pemerintah diberbagai bidang agar lebih maksimal dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

“Selama ini Otsus dianggap sebagai hadiah. Baru diakhir-akhir mulai berpikir alternatif yang bisa mengembalikan semangat Otsus. Memang ini bisa dibilang terlambat, tapi bukan berarti disesali dan pendataan harus tetap dilakukan,” katanya kepada wartawan di Bandara Mopah, kemarin.

Menurutnya, alokasi dana Otsus Papua selama ini diperuntukkan membiayai berbagai sektor. Namun sejauh ini implementasinya belum terakomodir dengan maksimal. Salah satu faktor penyebab, tidak adanya data akurat jumlah penduduk asli Papua.

“Harusnya kita memberikan perlakuan khusus kepada OAP, tapi bukan memberikan kemudahan yang berlebihan, supaya orang asli secara bertahap mengalami peningkatan,” ujarnya.

Ia berharap, Otsus Papua yang tersisa beberapa tahun lagi benar-benar dapat difokuskan dengan maksimal. Apalagi sejauh ini, bisa dibilang kesehatan sudah meningkat 40 persen, pendidikan 30 persen, dan sisanya ekonomi kerakyatan.

“Saya berharap diwaktu yang tersisa, pelaksanaan Otsus harus fokus agar tercapai peningkatan taraf hidup masyarakat,” ucapnya. (Nuryani/Arjuna)

Advertisement