SMPN I Merauke Dipalang Pemilik Ulayat

SMPN I Merauke Dipalang Pemilik Ulayat

Pintu Gerbang SMP Negeri I Merauke, Papua yang Dipalang Pemilik Ulayat, Selasa (20/6)

Metro Merauke – Pihak yang mengklaim pemilik ulayat memalang SMP Negeri I Merauke, Kabupaten Merauke, Papua yang berada di Jalan Pendidikan. Pemalangan dengan cara mengikatkan daun kelapa muda (janur) di pintu gerbang masuk ke halaman sekolah, Selasa (20/6).

Akibat pemalangan itu aktivitas tak berjalan normal. Sejumlah guru yang datang ke sekolah tidak dapat masuk ke halaman sekolah dan akhirnya memilih pulang.

Salah seorang Guru SMP Negeri I, Tris mengatakan, meski telah memasuki libur sekolah, namun para guru masih memiliki kesibukan di sekolah untuk melakukan persiapan menjelang pendaftaran siswa baru. Namun karena lokasi sekolah di palang, mereka tidak dapat beraktivitas.

“Kami sendiri kaget, pagi-pagi mendapati pintu pagar sekolah sudah dipalang,” ujarnya.

Salah seorang warga, Daud Holenger menyayangkan pemalangan itu. Katanya, jika ada masalah harusnya dikomunikasikan dengan pihak terkait. Tidak harus dengan aksi pemalangan sekolah yang dapat mengganggu proses belajar mengajar.

Ia berharap, pihak sekolah segera mengambil langkah berkoordinasi dengan pemerintah setempat maupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Merauke untuk menyelesaikan masalah yang ada.

Sementara Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke, Felix Liem yang dikonfirmasi Metro Merauke mengatakan, pihaknya sudah lama mengetahui apa yang dipermasalahkan pemilik ulayat dari marga Mahuze, meski pemerintah telah mengantongi sertifikat tanah yang dijadikan lokasi SMP Negeri I.

“Kami sudah tunjukkan sertifikat tanah. Namun warga masih mempertanyakan siapa yang melakukan pelepasan tanah tersebut. Untuk itu, perlu ditelusuri kembali ke bagian Pertanahan dan Aset Daerah,” kata Liem Gebze.

Pihaknya berharap, penyelesaian sengketa tanah dilakukan dengan baik tanpa mengorbankan aktivitas belajar mengajar.

“Memang kami perlu duduk bersama, pemerintah, LMA serta masyarakat mencari solusinya. Baiknya pendidikan berjalan dan tidak boleh dihambat,” ujarnya. (Nuryani/Arjuna)

Advertisement