Pemanfaatan Dana BOS Harus Sasuai Juknis

Pemanfaatan Dana BOS Harus Sasuai Juknis

Ilustrasi Dana Bos - IST

Metro Merauke – Kepala Sekolah SD Yayasan Pendidikan Persekolahan Katolik (YPPK) Kalilam, Distrik Kimaam, Kabupaten Merauke, Papua, Marianus Tondeka mengatakan, pemanfaatan dana bantuan operasional sekolah (BOS) harus mengacu pada petunjuk teknis (Juknis) dari Kementerian Pendidikan RI.

Kepada Metro Merauke, Sabtu (17/6), Marianus menjelaskan, khusus di SD YPPK Kalilam, dana BOS tahun ini senilai Rp70 juta. Namun belum  dapat direalisasikan meskipun telah masuk di rekening sekolah.

Pencairan baru akan dilakukan, setelah pihaknya membuat laporan pertanggungjawaban dana BOS tahun lalu yang nilainya sama dengan tahun ini yakni Rp70 juta.

“Kami sedang mempersiapkan kwitansi serta bukti lain, termasuk dokumen foto. Selanjutnya dikliping dan diserahkan kepada Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Merauke,” katanya.

Menurutnya, setelah Lebaran, laporan pertanggungjawaban dana BOS tahun sebelumnya, sudah dapat diselesaikan dan pencairan tahun ini dapat dilakukan.

“Uangnya sudah masuk di rekening sekolah, namun kami belum melakukan pencairan,” ujarnya.

Katanya, setiap kali dana BOS digelontorkan, dimanfaatkan membeli buku pelajaran serta alat tulis siswa yang kini berjumlah 203 orang. Sebagian kecil disisihkan untuk membayar honor sembilan guru di SD Kalilam senilai Rp300 ribu sebulan untuk setiap guru.

“Tetapi biasanya enam bulan baru dibayarkan sekaligus. Memang tidak ada ketentuan dana BOS dibagikan kepada anak didik. Jika itu dilakukan, menyalahi aturan Juknis,” katanya. (LKF/Arjuna)

Advertisement