Sekolah Satap Wasur Belum Siap Terapkan Sekolah Lima Hari

Sekolah Satap Wasur Belum Siap Terapkan Sekolah Lima Hari

Kepsek SMP/SMA Terintegrasi Wasur, Merauke, Papua, Sergius Womsiwor

Metro Merauke – Sekolah Satu Atap (Satap) Wasur Kabupaten Merauke, Papua belum siap menerapkan kebijakan pemerintah terkait lima hari sekolah dalam sepekan (Senin-Jumat) sejak pukul 07.00 WIT-15.00 WIT, yang mulai akan diberlakukan tahun ini.

Kepala Sekolah SMP/SMA Terintegrasi Satap Wasur, Sergius Womsiwor kepada Metro Merauke, Jumat (16/6) mengatakan, sekolah yang dipimpinnya sulit menerapkan hal tersebut.

“Agak berat diterapkan, karena jumlah guru sangat terbatas. Ini juga menjadi pertimbangan khusus. Tetapi kalau sudah merupakan program Kemendikbud, harus tetap dilaksanakan,” katanya.

Kendala lainnya kata dia, daya serap anak didik yang berbeda dengan jam mengajar yang sangat padat.  “Saya juga berpikir tentang perut anak didik. Sudah pasti kebutuhan makan minum harus ditanggung selama mengikuti proses belajar mengajar,” ujarnya.

Menurutnya, kebijakan ini tentu akan memunculkan pro kontra. Namun, tentu Kementerian Pendidikan (Kemendikbud) pasti sudah mempertimbangkan matang hal tersebut sebelum diberlakukan.

Selain itu lanjut ia, tentu ada kekhawatiran berbagai kalangan, terutama orangtua siswa kalau nantinya dengan jam sekolah sejak pagi hingga sore, waktu berinteraksi dengan anak terbatas, begitu juga komunikasi di lingkungan sekitar.

“Salah satu solusi adalah dengan meninjau kembali juknis tentang pengelolaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Ya, kalau bisa, sedikit dari dana BOS disisihkan untuk makan minum anak. Nanti sekolah dapat membuka kantin, sehingga siswa makan gratis. Tetapi, harus mengikuti proses belajar sampai selesai,” katanya. (LKF/Arjuna)

Advertisement