Masyarakat Tantang Pemilik Ulayat Tunjukkan Bukti

Masyarakat Tantang Pemilik Ulayat Tunjukkan Bukti

Masyarakat Saat Pertemuan di Rumah Salah Seorang Warga

Metro Merauke – Kurang lebih 125 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Merauke, Papua yang tinggal di lahan seluas 14,9 hektar milik pemerintah, melakukan perlawanan terhadap H. Waros Gebze, pihak yang mengklaim sebagai pemilik ulayat lokasi tersebut.

Salah satu perwakilan warga, Paulus Samkakai yang juga ketua tim penyelesaian tanah kepada Metro Merauke, Jumat (16/6) mengatakan, pihaknya meminta H. Waros Gebze membuktikan kalau area tersebut benar masih berstatus tanah ulayat miliknya.

“Ya, kalau Pak Waros Gebze mengklaim tanah itu milik orang tuanya secara adat, silakan menunjukkan bukti autentik dari pengadilan, sehingga bisa menjadi acuan,” katanya.

Menurutnya, awalnya tanah tersebut memang milik orang tua Waros Gebze. Namun telah dilepaskan secara adat dan diberikan kepada dinas kehutanan.

Setelah dihibahkan kepada pemerintah lanjut dia, tanah tersebut adalah milik negara. Bukan lagi tanah adat milik orang tua Waros Gebze. “Makanya kami meminta kepada pemerintah setempat  melakukan penyelesaian,” ujarnya.

Dikatakan, diatas lahan seluas 14,9 hektar itu, masyarakat telah membangun perumahan sejak puluhan tahun silam, sehingga ketika Waros Gebze datang mengklaim tanah tersebut miliknya, warga melakukan perlawanan.

Menurutnya, hingga kini masyarakat setempat belum mengurus sertifikat, karena perlu dilakukan penghapusan terlebih dahulu oleh negara kepada setiap orang.

“Kami juga sudah bertemu Komisi A DPRD Merauke dan mereka mendukung agar tanah tersebut tetap dipertahankan, apalagi sudah ada bangunan rumah,” katanya. (LKF/Arjuna)

Advertisement