Pengerjaan Irigasi di Merauke Terkendala Cuaca

Pengerjaan Irigasi di Merauke Terkendala Cuaca

Ilustrasi Irigasi - IST

Metro Merauke – Pengembangan daerah irigasi rawa di Kabupaten Merauke, Papua tahun anggaran 2017 pada empat wilayah yakni Semangga, Tana Miring, Sermayam-Erom, dan Kurik terkendala cuaca.

Kepala Balai Wilayah Sungai Papua, Kabupaten Merauke, Nimbrot Rumaropen mengatakan, pengerjaan irigasi tak maksimal lantaran curah hujan yang tinggi sejak beberapa bulan lalu hingga kini.

“Masih ada beberapa lokasi pekerjaan yang tergenang air. Proses pengerjaan masih tersendat. Diperkirakan, curah hujan akan turun pada Juli mendatang, karena masa-masa itu, masuk musim kemarau,” katanya, Rabu (15/6).

Menurutnya, di Semangga, pengerjaan pembangunan irigasi daerah rawa seluas 350 hektar, di Tana Miring seluas 410 hektar, Sermayam-Erom seluas 2.230 hektar, dan di Kurik seluas 3.010 hektar. Total keseluruhan luas pengerjaan irigasi tahun ini, 6.000 hektar dengan anggaran senilai Rp66 miliar 423 juta 961 ribu.

“Hingga tahun anggaran 2016, luas daerah irigasi rawa di Kabupaten Merauke yang sudah dibangun jaringan irigasinya mencapai 42.000 hektar,” ujarnya.

Katanya, semua pengerjaan jaringan irigasi yang dilakukan pihaknya, berdasarkan masukan dari Pemkab Merauke melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Pertanian.

Selain itu, ada juga masukan dari masyarakat di daerah irigasi, khususnya dari gabungan kelompok tani (Gapoktan) dan kelompok petani pengguna air (P3A).

“Kami berharap, pekerjaan pembangunan jaringan irigasi berjalan lebih maksimal ketika musim kemarau mendatang,” katanya. (Getrudis/Arjuna)

Advertisement